Amazon Ad Tag

12 Juli 2009

Cuap tentang Rusuh di cina

Kalo buat you2 pada yang sempat ngalamin rusuh Mei 98 di jakarta, atau yang masih nyangkut di ingatan saat kacau itu, kira2 kayak gitulah yang terjadi di xinjiang baru2 ini. Alasannya sama saja, ketidakpuasan terhadap pemerintah yang dilampiaskan ke kambing hitam yang ditunjuk. Kalo di jakarta waktu itu yg ngerusuh itu katanya mayoritas yang bawa2 agamanya dan korbannya orang cina yang suku dan agamanya minoritas, di xinjiang malah terbalik. Yang ngerusuh itu minoritas dan sasarannya mayoritas.

Lucunya aksinya sama, kekerasan dan konfliknya dipisahkan oleh kategori suku dan agama juga. Lebih lucu lagi, yang ngerusuh itu bawa agama yang sama dengan yang ngerusuh di jakarta dulu. Ntah emang di agama itu banyak provokatornya yang nyusup buat ngajakin rusuh atau emang orang2nya bermental sama, doyan ngerusuh.

Ujung-ujungnya sih yang disalahin pemerintahnya, karena ga bisa mengayomi rakyatnya dan memberikan kesejahteraan yang merata. Satu pihak bilang pemerintah pilih kasih, satu pihak lagi bilangnya pihak satunya pemalas ga mau kerja. Kalo diinget2, pas dulu juga ada omongan kayak gitu di jakarta. Jadi ga jauh2 ternyata alasannya ya. Coba kalo kita pandang contoh lain, di malaysia mayoritas dengan agama yang sama dengan perusuh2 di jakarta dan xinjiang bisa hidup makmur dan sejahtera kok. Jadi alasan utamanya sepertinya memanglah ekonomi yang diseret2 ke suku dan agama yah. Cuma memang sih ada undang2 rasis yang menguntungkan suku mayoritas dan menekan minoritas di malaysia, sampai2 ada keributan antara mayoritas dengan dua suku minoritas disana kemarin itu.

Pertanyaannya sekarang jadi, apakah perlu dibuat undang2 seperti di malaysia supaya para perusuh di xinjiang dan di jakarta gak ngerusuh lagi? Tapi kalau seperti itu, apakah mereka tidak jadi terlena oleh fasilitas dan menjadi lebih malas berusaha? Mental tempe dong kalo gitu, tempe mah enak dan bergizi, tp kalo dibilang mental tempe mah maksudnya seperti tempe yang dimasak dengan diiris tipis2.

Yang pasti mah, buat menahan laju kemelaratan, manusia perlu sadar untuk tidak seenaknya bikin anak. Jadi pola pikir punya banyak anak itu berkah tuhan dan banyak rejeki itu perlu direvisi, agar sesuai kondisi ekonomi dan lingkungan hidup. Kalo punya anak tapi ga bisa ngurusnya, cuma buat diajarin ngemis atau nyolong mah sama aja dosa. Kalo uda dapat anak perempuan terus, jangan maksa bikin anak terus sampai dapat anak laki trus anak perempuannya ga diperhatiin. Ujung2nya kalo banyak tanggungan kan nyusahin diri sendiri dan keluarga juga. Mbok ya tolong dipikirin toh? Daripada males mikir nantinya ribut2.

-----------------------------------

Xinjiang Makin Berdarah, yang Tewas Bertambah

Selasa, 7 Juli 2009 | 05:02 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Jumlah kematian akibat kekerasan etnik di daerah Xinjiang, China barat laut, naik menjadi 156 orang. Kerusuhan meluas ke kota Kashgar, tempat polisi membubarkan sekitar 200 orang yang berusaha berkumpul, kata media pemerintah, Selasa (7/7).

Pemrotes yang marah dari minoritas Uighur turun ke jalan-jalan di ibu kota wilayah itu, Urumqi, Minggu, dengan membakar dan menghancurkan kendaraan serta pertokoan, dan bentrok dengan polisi antihuru-hara.

Lebih dari 700 orang ditangkap karena dituduh berperan dalam kekerasan itu, kata kantor berita resmi Xinhua. Namun, penduduk setempat mengatakan kepada Reuters bahwa polsi melakukan operasi membabi-buta di daerah-daerah Uighur.

Lebih dari 20.000 polisi khusus dan bersenjata, pasukan, dan pemadam kebakaran dikerahkan dalam penumpasan kekerasan di Urumqi. Meski pengamanan diperketat, kerusuhan tampaknya meluas di wilayah bergolak itu.

Sekitar 200 orang yang "berusaha berkumpul" di masjid Id Kah di pusat kota Silk Road Kashgar dibubarkan oleh polisi pada Senin petang, kata Xinhua.

Polisi juga memperoleh "petunjuk" mengenai upaya-upaya untuk mengatur lagi kerusuhan di kota Aksu dan prefektur Yili, sebuah daerah perbatasan yang dilanda kerusuhan etnik pada akhir 1990-an.

Bersama-sama Tibet, Xinjiang merupakan salah satu kawasan paling rawan politik dan di kedua wilayah itu, pemerintah China berusaha mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan petumbuhan ekonomi dan kemakmuran.

Namun, penduduk minoritas telah lama mengeluhkan bahwa orang China Han mengeruk sebagian besar keuntungan dari subsidi pemerintah, sambil membuat warga setempat merasa seperti orang luar di negeri mereka sendiri.

Beijing mengatakan bahwa kerusuhan itu, yang paling buruk di kawasan tersebut dalam beberapa tahun ini, merupakan pekerjaan dari kelompok-kelompok separatis di luar negeri yang ingin menciptakan wilayah merdeka bagi minoritas muslim Uighur.

Kelompok-kelompok itu membantah mengatur kekerasan tersebut dan mengatakan, kerusuhan itu merupakan hasil dari amarah yang menumpuk terhadap kebijakan pemerintah dan dominasi ekonomi China Han.

---------------------------

Xinjiang Bergolak, Warga China Perang di Internet

Selasa, 7 Juli 2009 | 12:38 WIB

SHANGHAI, KOMPAS.com - Warga China menumpahkan kemarahan mereka secara online terhadap kerusuhan etnis di provinsi muslim Xinjiang yang setidaknya merenggut 156 nyawa.

Mereka mesti main petak umpet untuk menghindari sensor pemerintah yang berusaha menghapus pesan yang di-posting dan blog-blog berisi kecaman.

Kebanyakan dari komentar itu menuntut hukuman keras terhadap mereka yang terlibat. Seakan bersesuaian dengan tuduhan media massa pemerintah terhadap aktivis Uighur di pengasingan, Rebiya Kadeer, sebagai otak kerusuhan di Urumqi, Minggu.

Hampir setengah dari 20 juta penduduk provinsi Xinjiang adalah Uighur Muslim, tetapi mereka sudah lama mengeluhkan etnis Han China karena lebih sering diuntungkan oleh investasi dan subsidi pemerintah pusat. Sementara sebagian besar rakyat beragama Islam yang lebih memiliki kesamaan bahasa dan budaya dengan Asia Tengah, merasa terpinggirkan.

Di samping Tibet, Xinjiang adalah salah satu dari wilayah China yang secara politik sangat sensitif dan di kedua wilayah itu pemerintah berupaya mengetatkan cengkeramannya dengan mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi.

"Hancurkan konspirasi, tindak tegas para penyabot, serang lebih keras lagi," demikian bunyi pesan yang di-posting melalui satu blog milik seseorang yang dikenali dengan "Chang Qing" dalam portal www.sina.com.cn.

Sementara beberapa lainnya memperingatkan bahwa etnis Han, yang menjadi suku mayoritas di China, akan membalas dendam. "Utang darah dibayar darah. Rekan-rekan sesama Han bersatulah dan bangkitlah," tulis "Jason" dalam search engine www.baidu.com.

Beberapa pihak lainnya memuja arwah Wang Zhen, jenderal China yang menghinakan dan ditakuti banyak orang Uighur karena keberingasannya saat memimpin pasukan komunis China memasuki Xinjiang pada 1949 untuk memasukkan wilayah itu ke negara baru, Republik Rakyat China.

"Camkan ini baik-baik," bunyi satu pesan yang di-posting di atas kisah singkat penaklukan Wang yang diambil dari buku sejarah China.

Namun, tak sedikit orang yang berusaha memahami penderitaan orang-orang Uighur. "Jika anggota keluargamu tidak punya hak, tidak punya kekuasaan, menghadapi diskriminasi dan ditertawakan, maka tidak hanya keluargamu yang hancur, kamu sendiri yang menanam benih-benih permusuhan," tulis "Bloody Knife".

Seseorang berinisial "zfc883919" menulis di portal Xinjiang, www.tianya.cn, bahwa tidak bisa memahami mengapa polisi membiarkan begitu banyak korban mati di sana. "Apa gerangan yang kalian kerjakan? Itu 156 jiwa manusia. Saya berharap pihak berwenang yang menangani ini benar-benar mau belajar sehingga tragedi seperti ini tidak terulang."

Pihak berwenang segera mengambil langkah cepat menghapus komentar-komentar berbau kekerasan itu, terutama untuk mencegah menyebarnya kebencian etnis atau pertanyaan awam di internet terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah di kawasan yang didominasi etnis-etnis minoritas non-Han.

Banyak blog yang hanya mem-posting kembali artikel-artikel dari media setempat mengenai kerusuhan itu, tetapi pada bagian di mana pembaca diundang untuk berkomentar, tertulis, "Tidak ada komentar untuk sementara waktu ini," suatu hal yang tidak biasa di tengah populernya blog di kalangan 300 juta pengguna internet di China.

Sejumlah laman yang mem-posting tayangan grafis mengenai tubuh-tubuh yang habis dipukuli dan berdarah-darah, yang diambil selama atau setelah kerusuhan, juga dengan cepat dihapus.

---------------------------

140 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Xinjiang

Senin, 6 Juli 2009 | 16:03 WIB

URUMQI, KOMPAS.com - Aksi kekerasan yang berlangsung di wilayah Xinjiang, China menewaskan 140 orang dan mencederai 828 lainnya. Keterangan yang disampaikan oleh seorang pejabat di ibukota Xinjiang, Urumqi, Senin (6/7), menyebutkan aksi kerusuhan yang berlangsung setelah polisi membubarkan demonstran dari sebuah kelompok etnik Muslim.

Jumlah korban tewas itu menjadikan kerusuhan ini sebagai insiden tunggal yang memakan korban jiwa terbesar di Xinjiang dalam beberapa dasawarsa terakhir. Aksi kekerasan di Urumqi itu berlangsung setelah unjuk rasa damai yang diikuti 1.000 hingga 3.000 peserta kemarin menjadi tidak terkendali.

Demonstran membalikkan sejumlah barikade, merusak sejumlah mobil dan rumah serta terlibat bentrokan dengan polisi. Kelompok Uigher di pengasingan menerangkan aksi kekerasan bermula setelah polisi membubarkan unjuk rasa damai.

Kantor berita Xinhua melaporkan 140 orang tewas dan jumlah korban meninggal dunia dikhawatirkan bertambah dalam kerusuhan itu. Ketegangan antara Uighur dan kelompok etnik mayoritas Han kerap terjadi Xinjiang.

Militan Uighur telah melancarkan kampanye separatis melalui aksi kekerasan sporadis. Mayoritas dari 2,3 juta jiwa warga Urumqi berasal dari kelompok etnik Han.

---------------------------

Rusuh di Xinjiang Tewaskan Tiga Warga Sipil

Senin, 6 Juli 2009 | 04:38 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Tiga warga sipil tewas dalam kerusuhan di ibu kota wilayah barat jauh China, Xinjiang, Minggu (5/7), kata kantor berita resmi Xinhua.

Laporan singkat Xinhua mengatakan, korban tewas adalah tiga warga biasa dari kelompok etnik Han.

Mereka tewas dalam kerusuhan di Urumqi yang kata saksi mata dan sumber lain melibatkan anggota-anggota minoritas etnik Uighur, kata kantor berita itu. "Lebih dari 20 orang lain cedera dalam insiden itu dan banyak kendaraan bermotor dibakar," tambah Xinhua.

--------------------------------------

Shalat Jumat Dilarang di Urumqi China

Jumat, 10 Juli 2009 | 13:27 WIB

URUMQI, KOMPAS.com — Masjid-masjid di kota Urumqi, China, dilarang menyelenggarakan shalat Jumat, (10/7), sementara polisi dikerahkan untuk mencegah kemungkinan meletusnya aksi kerusuhan baru antaretnis yang mematikan.

Sejumlah Muslim Uighur mengatakan, mereka telah diperintahkan untuk melaksanakan shalat di rumah saja, pada saat pasukan bersenjata dikerahkan di jalan-jalan di ibu kota wilayah barat laut Xinjiang, lima hari setelah terjadi bentrokan yang menurut pemerintah menewaskan 156 orang.

"Pemerintah mengatakan tidak ada pelaksanaan shalat Jumat," kata seorang pria Uighur, Tursun, di luar Masjid Hantagri, salah satu bangunan tertua di ibu kota, pada saat sekitar 100 polisi membawa senjata mesin dan tongkat berdiri di dekatnya.

"Tidak ada yang bisa kami lakukan ... pemerintah takut bahwa masyarakat akan menggunakan pelaksanaan acara keagamaan itu untuk mendukung tiga kekuatan." Tiga kekuatan itu adalah sebutan pemerintah China terhadap ekstremisme, separatisme, dan terorisme. Kekuatan tersebut dikatakan berusaha memecah wilayah Xinjiang dari sebagai bagian China.

Xinjiang berpenduduk 8 juta suku Uighur yang lama mengaku mendapat tekanan dalam pelaksanaan keagamaan, politik, dan ekonomi oleh penguasa China. Kelompok ini menumpahkan kemarahannya, Minggu, dalam aksi-aksi protes yang cepat menjadi aksi kekerasan.

Pemerintah China mengatakan, 156 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya cedera, pada saat kaum Muslim Uighur diserang kelompok etnis Han yang dominan.

Namun, orang-orang Uighur di pengasingan mengatakan, pasukan keamanan bersikap berlebihan terhadap aksi-aksi yang dilakukan secara damai itu. Mereka mengatakan, lebih dari 800 orang diduga tewas dalam aksi kerusuhan itu, termasuk petugas keamanan.

Aksi kerusuhan terus berlanjut pada awal pekan ini, pada saat ribuan orang Han tumpah di jalan-jalan bersenjatakan pisau, galah, serta senjata buatan lainnya dan berikrar untuk melakukan balasan terhadap suku Uighur.

25 Juni 2009

Cuap tentang blockberry


meinlen mah emang paling top soal nyontek dah! karena lagi nge-trend demam blekberi, jadi peluang bisnis bahkan dengan malsuin atau nyontek abis2an konsep punya orang. mungkin kalo aturan mencuri bisa dibelokkan, mereka bakal mencuri juga. untungnya kita gak tetanggaan sama meinlen, ntar bisa2 dituduh pemberontak yang memisahkan diri dari meinlen, atau budaya kita diklaim sebagai milik meinlen. jangan sampe aja ada kasus seperti ambalat atau lagu yang dijiplak dan diakui sepihak sebagai milik malingsia.

yang kasian sih obama, namanya jadi bahan komersil tanpa ijin terus. coba kalau mo ce tung dibawa2 dalam iklan, bisa2 meinlen kumandangkan perang karena gak hormat sama leluhur. kalo obama go black, meinlen go block. meinlen, meinlen ... bisa aja kau bah.

--------------------------------------------------

Sudah Menjiplak, BlockBerry Catut Foto Obama Pula

Rabu, 24 Juni 2009 | 21:43 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Ponsel-ponsel buatan China yang meniru BlackBerry sudah bermacam jenis. Namun, ini mungkin yang paling fenomenal. Mereknya saja BlockBerry, ponsel yang menjiplak habis BlackBerry Storm itu juga menggunakan sosok Obama sebagai bintang iklannya. Slogannya pun terdengar menggoda. Ditulis dengan huruf dan bahasa China kira-kira artinya begini, "Obama pakai BlackBerry, Aku pakai BlockBerry".

Poster BlockBerry 9500 dengan foto Obama itu menjadi rumor di sejumlah situs internet akhir-akhir ini. Di dalam poster iklan itu lengkap dijelaskan spesifikasi BlockBerry 9500. Antara lain, pakai layar sentuh 3,2 inci, sistem operasi Windows Mobile 6.1, koneksi WiFi, GPS, Bluetooth, dan akses 3G serta tersedia dalam enam pilihan warna. Saat muncul pertama kali di situs forum online MobileUncle disebutkan pula bahwa BlockBerry 9500 berbasis handset Huawei K3 dan menggunakan prosesor 460 MHz.

Di dalam poster tercantum nama Haff Comm, meski sejauh ini tidak ada pabrikan ponsel dengan nama tersebut di China. Namun, sumber di MobileUncle yang tak mau disebut namanya menyatakan telah mengontak pembuatnya. Produk tersebut dibuat di Shenzhen dan akan dirilis bulan depan dengan harga 1.500 yuan atau sekitar Rp 2,5 juta.

23 Juni 2009

Cuap tentang Melamineware

Setelah lama kasus melamine dalam susu merebak, sekarang akhirnya bpom bertindak. seperti diketahui, banyak sekali barang2 dari cina berupa perangkat makan dari bahan melamine bertebaran. Karena bentuknya yang manis, warna yang menarik, tidak mudah pecah, ringan, dan tentu saja harga yang lumayan terjangkau, menjadi banyak sorotan para anggota keluarga. Sayangnya belum banyak yang mengetahui kekurangan yang dapat berakibat fatal dari perangkat berbahan melamine ini.

Ketika perangkat tersebut digunakan untuk makanan kering, memang tidak apa-apa. Tapi pada saat bersentuhan dengan cairan yang mengandung asam, bahan melamine tersebut akan mulai bereaksi, apalagi bila terkena panas. Belum lagi bila dicuci menggunakan sabut kasar yang dapat merontokkan bahan melamine itu dalam serpihan, bila termakan akan berbahaya bagi tubuh. Pengetahuan ini terutama biasanya sudah dipahami oleh keluarga yang anggotanya menderita autisme atau sejenisnya, karena penderita seperti itu sangat sensitif dengan berbagai macam kontaminer additif makanan seperti perasa, pewarna, dan pengawet.

Walaupun bisa dibilang telat, baguslah kalau bpom bertindak. Mengingat produsen terbesar perangkat berbahan ini datangnya dari cina, lebih tidak terjamin lagi kualitasnya ... Meskipun dikatakan masih dapat digunakan untuk makanan kering, harap berhati-hati, karena kita bukan pengasup makanan kering. Akibat yang ditimbulkan tidak tanggung-tanggung, secara perlahan dan kolektif dapat menyebabkan batu ginjal dan kanker.

-------------------------------

BPOM Temukan Peralatan Berbahan Melamin yang Berbahaya
Senin, 1 Juni 2009 | 12:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 peralatan makan melamin yang dijual dan beredar di masyarakat ternyata positif melepaskan formalin. Peralatan itu terdiri dari piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, centong nasi, dan centong sayur. "Umumnya peralatan tersebut buatan China dan yang lain lokal. Merk lokal yang dimaksud adalah Mei Shing dan ADS," kata Husniah Rubiana Thamrin Akib Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat Jumpa Pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/6).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa produk tersebut berbahaya. Ketika peralatan melamin itu ditaruh makanan berair dan berasa asam maka akan melepaskan formalin. "Zat ini bisa menyebabkan kanker dan batu ginjal," ungkap Husniah. Apalagi, tambahnya, makanan berair tersebut panas.

Terhadap temuan ini, kata Husniah, BPOM tidak akan menarik produk ini. "Soal penarikan soal deperindag. Kami juga tidak meminta supaya dibuang. peralatan ini masih bisa dipakai tapi jangan untuk makanan berair dan mengandung asam," katanya.

Beberapa produk yang dimaksud adalah mangkok dengan tulisan Melamine Ware Made in China, V651-83, H.K. Melamine No. 889, Piring Melamine Ware T-109, Sendok Made In China No. 2117, Gelas Sayota Melamine Ware, dan Sendok Nasi Melamine Ware.

Produk-produk tersebut, karena sebagian besar berasal dari China maka hal ini terkait dengan Departemen Perdagangan dan Industri. "Kami akan berkoordinasi dengam departemen perdagangan dan industri dan minta pada mereka jangan mengimpor produk seperti itu," ungkap Husniah.

Terkait dengam peralatan makan melamin, di pasar pada produk ini tidak ada keterangan apakah aman atau tidak dipakai untuk makan. Mengingat, secara fisik kita tidak bisa menilainya. "Memang tidak ada. Sehingga kita sulit mengeceknya. Maka ke depan, kita akan mengaturnya. Memberi tanda aman untuk tempat makanan pada tiap produk bermelamin," sambung Direktur Kontrol Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea.

Temuan di atas berdasarkan pengujian laboratorium terhadap 62 sampel peralatan makan melamin. Sampel didapat di Jakarta, yaitu pasar Jatinegara, Mangga Dua, Jembatan Lima dan beberapa supermarket.

21 Mei 2009

Cuap tentang Kueku

Pernah coba yang satu ini? Bentuknya seperti roti bun, lingkaran warna putih, tembem seperti pipi, berisi ragam dari kentang, coklat, sampai kombinasinya. Waktu dulu masih kecil, cimur dibelikan kueku oleh popo tiap pagi dan sampai sekarang ini termasuk kue kegemaran. Sayang sudah sulit menemukannya sekarang, apalagi namanya kurang begitu dikenal. Contohnya saja, waktu nyebut namanya ke teman-teman malah pada bingung. Waktu dikasih lihat, pada bilangnya itu bakpao ... lah bingung deh. Padahal dibandingkan bakpao yang berisi daging atau kacang item dengan dasar dilapisi kertas, kueku itu lebih punya semangat Go Green! karena isinya bukan daging, dan dasarnya dilapisi daun pisang.

Uniknya kueku ini adalah ada kodenya untuk tiap rasa dengan warna merah yang dapat dilihat di kuenya, kalau satu titik seperti di gambar ini, artinya berisi kentang manis. Kalau dua titik, artinya berisi coklat. Kalau garis memanjang artinya kacang dan gula. Belakangan muncul versi kombinasinya, ada garis dua yang isinya coklat kacang dan titik garis yang isinya kentang kacang. Mungkin ada yang isinya ketiganya, tapi kurang tahu kodenya apa.

05 Mei 2009

Cuap tentang Tragedi Tiananmen

Generasi digital yang penuh informasi, tapi kalau yang namanya di cina dimana informasi dibatasi bahkan dipenggal, mungkin para anak muda disana tidak mengenal yang namanya tragedi tiananmen yang terjadi pada 3 juni 1989. Dimulai dari merebaknya protes dan tuntutan terhadap pemerintah untuk memberantas korupsi, sama seperti saat tragedi berdarah di universitas trisakti di 1998, saat itu pemerintah cina seperti hilang kesabaran dalam menghadapi para pelajar dan dengan kejam melindas para demonstran yang berbaris di jalanan dengan tank saat perintah untuk angkat kaki dari lokasi demo tidak digubris oleh para pendemo itu.

Seperti Jepang yang mengaburkan sejarah dengan isi buku pelajarannya yang tidak menyebutkan kejahatan jepang terhadap negara jajahannya, cina sepertinya membiarkan ketidakjelasan kejahatan terhadap kemanusiaan dan rakyatnya sendiri itu dengan mendiamkan kasus tersebut sampai sekarang dan bersikap seolah hal itu tidak pernah terjadi. Tak heran kalau anak muda sekarang akan bingung saat ditanya mengenai tragedi tiananmen.

Kasus tragedi trisakti yang berujung pada pengrusakkan dan kerusuhan mei 1998 juga sampai sekarang tidak jelas bukan? siapakah tokoh intelektual yang mendalangi kejadian itu, tidak jelas. yang ada cuma asumsi dan rumor beredar. Kalau benar salah satu rumornya maka yang perlu diadili sudah tidak adalagi, gimana dong? Apakah jadinya perlu dilupakan saja? Kalau anda jadi keluarga korban bagaimana rasanya? Kira-kira mungkin itu yang dirasakan oleh para demonstran tiananmen yang masih hidup atau anggota keluarga mereka yang masih ada sekarang ini.

----------------------

TRAGEDI TIANANMEN
Tank Itu Melindas Banyak Orang...

Senin, 13 April 2009 | 07:36 WIB

KOMPAS.com — Meski sudah 20 tahun berlalu, masih segar dalam ingatan Qi Zhiyong gambaran kekejaman tentara China di Lapangan Tiananmen. Asap gas air mata masih tercium menyengat.

Gambaran tank melindas orang masih jelas terekam. Luka tembak di kaki kirinya tetap terasa perih ketika mengingat tragedi Tiananmen.

Gelombang protes, yang dipimpin pelajar, bertahan hingga berminggu-minggu. Mereka menuntut kebebasan politik dan keseriusan pemerintah menumpas korupsi. Pada 3 Juni 1989, pemerintah lalu hilang kesabaran.

”Banyak orang dilindas tank. Genangan dan ceceran darah di mana-mana. Tank itu tak peduli, tetap saja jalan. Kalau teringat itu semua, perasaan saya masih bergidik sampai sekarang,” kata Qi (33), yang kini bekerja sebagai pekerja konstruksi.

Menjadi saksi mata kekejaman militer China sekaligus kehilangan kaki kiri mengubah Qi, yang semula pengikut setia Partai Komunis, menjadi aktivis yang mencoba mengungkapkan kebenaran dan fakta yang terjadi di Tiananmen. Tujuannya lebih sederhana, tetapi sulit mengingat Pemerintah China berusaha keras menghapus fakta sejarah Tiananmen. Karena perjuangannya ini, Qi lalu harus kehilangan pekerjaan, istri, dan kebebasannya.

”Generasi muda makan hamburger dan pakai baju merek terkenal. Ketika 4 Juni diperingati, mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Demokrasi itu untuk seluruh rakyat. Kita perlu sosialisasikan ini kepada rakyat agar mereka paham,” kata Qi.

Sampai saat ini pemerintahan China tidak pernah menawarkan penyelidikan tragedi Tiananmen. Pembicaraan tragedi Tiananmen di publik justru dianggap sebagai sesuatu yang tabu diungkit. ”Partai Komunis mengklaim menjadi penyelamat rakyat dan itu adalah tindakan paling mulia. Pemerintah mengakui peduli pada HAM, tetapi nyatanya mereka menembaki rakyat,” kata Qi.

Dibungkam

Perjuangan Qi amat berat, apalagi karena ia berjuang sendirian. Siapa pun yang berani bicara di publik mengenai Tiananmen lantas ”dibungkam” pemerintah. Seperti yang terjadi kepada bekas tentara China yang ikut terlibat dalam insiden 1989 itu, Zhang Shijun. Bulan lalu ia ditahan setelah diwawancarai kantor berita The Associated Press. Hingga kini nasibnya tidak diketahui.

Meski berkali-kali ditahan, Qi tak juga jera. Berbagai media dilayaninya. Segala tindak-tanduknya tak pernah lepas dari pengawasan agen keamanan. Rumah dan keluarga Qi pun ikut diincar. Bahkan, Qi kerap menerima ancaman. ”Hati-hati. Meski cacat, Anda bisa dipenjara tahun ini,” kata seorang agen.

---------------------

Usut Tuntas Kasus Tiananmen

Jumat, 27 Februari 2009 | 13:08 WIB

BEIJING, JUMAT — Kelompok "Ibu-ibu Tiananmen" mengirimkan surat terbuka kepada Pemerintah China, Jumat (27/2). Mereka menuntut pengusutan tuntas kasus Tiananmen yang terjadi tahun 1989. "Lakukan investigasi resmi, beri kompensasi kepada keluarga korban dan hukumlah yang bersalah," begitu bunyi pernyataan kelompok solidaritas yang anggotanya terdiri dari para ibu yang anaknya terbunuh dalam unjuk rasa prodemokrasi di Lapangan Tiananmen pada 4 Juni, 20 tahun silam.

Kelompok itu juga mengatakan agar Pemerintah China memecahkan tabu unjuk rasa prodemokrasi. "Carilah kebenaran di balik kasus Tiananmen", begitu salah satu penekanan pada surat terbuka tersebut.