Amazon Ad Tag

Tampilkan postingan dengan label meledak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meledak. Tampilkan semua postingan

15 Desember 2009

Cuap tentang Korban Tambang

Standar keamanan memang sering menjadi isu pelik dalam industri bisnis yang mampu membahayakan nyawa pekerjanya, khususnya bagi buruh seperti operator mesin berat (pemrosesan bahan, alat potong, transportasi), konstruksi, dan pertambangan. Seiring dengan prinsip ekonomi yang menekan biaya seminimal mungkin dengan hasil yang sebanyak-banyaknya, seringkali prosedur keamanan tak dihiraukan karena membuang waktu dan mahal untuk dijalani dengan konsisten.

Maka tak heran bila di saat penambang batu bara seperti pekerja di Hegang, Heilongjiang ini hanya diberikan akses masuk ke dalam tambang yang sempit, mungkin disesaki dengan arus keluar masuk pekerja dan kereta pembawa hasil tambang. Belum lagi yang namanya tambang itu kan masuk ke dalam tanah (ke bawah tanah, atau ke dalam gunung) jadi tidak ada tuh yang disebut jendela untuk akses udara segar di dalam. Maka dari itu kalau mengikuti standar mungkin diperlukan pemompa udara agar penambang tidak cepat lemas kekurangan oksigen.

Setelah itupun, untuk menjaga runtuhnya tanah dan bebatuan pada lorong tambang, diperlukan konstruksi pondasi penahan yang kokoh, dan akses alternatif yang memungkinkan penambang untuk keluar bila akses yang satu tertutup oleh longsor misalnya. Masih banyak lagi hal lain, yang salah satunya adalah persiapan menghadapi force major, dimana terjadi bencana yang tidak dapat diperkirakan seperti gempa bumi yang mampu menggoyahkan pondasi tambang dan meruntuhkan bebatuan dan tanah sehingga menutup akses keluar masuk, atau bocornya gas bumi yang dapat meledak bila terpicu oleh api rokok penambang, ataupun percikan api yang bisa muncul dari gesekan batu dengan alat tambang seperti sekop.

Bila sudah terjadi, dan bukan hanya sekali, sangat diperlukan perhatian pemilik bisnis untuk peduli akan keselamatan pekerjanya, dan ketetapan pemerintah juga pengawasan bagi keamanan industri tersebut. Untuk kasus di Hegang ini saja, diberitakan sebagai kasus kecelakaan terburuk dalam 2 tahun terakhir dan walaupun jumlah kecelakaan yang terjadi menurun dibandingkan tahun lalu, masih memakan korban sampai lebih dari 1000 nyawa manusia. Kasihan keluarga mereka yang sudah sulit hidupnya malah ditinggal kepala keluarga yang menafkahi mereka.

------------------------

Hingga 100 Lebih, Korban Tewas di Lokasi Tambang China
Rabu, 25 November 2009 | 11:11 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan di tambang batu bara China meningkat menjadi 106 jiwa, Rabu (25/11), setelah dua jenazah berhasil ditarik dari lokasi tambang di kota Hegang , Provinsi Heilongjiang . Xinhua melaporkan, dua jenazah pekerja telah berhasil ditarik dari tambang di bawah tanah itu.

Upaya pencarian korban terus dilakukan dalam kecelakaan tambang terburuk dalam dua tahun itu untuk mencari dua korban lain yang belum diketahui nasibnya. Badan Keselamatan Pertambangan China menyebutkan, kondisi sesaknya lokasi tambang yang diperparah dengan minimnya ventilasi sebagai penyebab dari tingginya korban tewas dalam kecelakaan tambang yang diakibatkan oleh ledakan gas pada Sabtu pekan lalu saat 528 penambang berada di dalamnya.

Ledakan ini merupakan pukulan bagi upaya Pemerintah China belakangan untuk meningkatkan standar keamanan di industri pertambangan. Peningkatan standar keamanan telah menekan jumlah korban meninggal dunia di lokasi pertambangan menurun 18,4 persen dalam kurun enam bulan pertama tahun ini apabila dibandingkan tahun lalu. Namun, jumlah korban meninggal dunia di lokasi pertambangan China masih mencapai 1.175 jiwa.

08 Maret 2009

Cuap tentang baterai ponsel

Wah, hp cimur lagi lowbat nih. Kudu dicharge dulu, nyambi telepon juga deh, tanggung sih. Sering banget kita ngelakuin hal kayak gini, sadar gak sadar bahwa kalau hp sambil carge dipakai telepon juga lebih cepat panas. Belum lagi kalau baterai tipe lama itu kalo belum full charge dipakai malah ngurangin batas isinya, jadi cepet bocor deh tu hp. Baterai belakangan sih lebih tahan lama punya, you ga pelcaya bisa tanya toko sebelah. Tapi tetep aj kalo baterai dari cina ga ada jaminan punya, apalagi baterai hp untuk tipe lama yang uda ga ada lagi selain yang keluaran cina. baru juga 2 bulan uda so pasti jebol lagi. ujung2nya malah boros tuh beli-beli baterai terus.

Sekarang cimur jadi tambah serem, sejak baca berita ini. Disebutnya sih baterainya palsu punya ... ya kalo semua baterai tulisannya made in cina mana yang asli tuh? masa semuanya palsu? mungkin asli palsu tetep aja kalo keluaran cina kurang gitu bagus juga ya, kurang quality control kan. pokoknya ati-atilah, secara kalau pake hp buat telepon kan di kepala, bahaya kalau meledak kayak kasus di bawah. kalo charge baterai ingat-ingat, jangan ditinggalin terus semalaman seharian sambil nyala hpnya.

------------------------------

Ponsel Meledak, 1 Orang Tewas dengan Leher Terkoyak

Kamis, 5 Februari 2009 | 08:44 WIB

BEIJING, KAMIS — Waspadalah dengan baterai telepon seluler (ponsel), apalagi jika baterai ponsel Anda imitasi, bukan orisinal. Diduga akibat terlalu lama mengisi atau men-charge baterai ponselnya yang kemungkinan imitasi, seorang pria di Guangzhou, China, nyawanya melayang sia-sia.

Mengutip harian Shin Min Daily News, koran Times memberitakan kemarin bahwa baterai ponsel itu meledak saat baru saja dimasukkan dalam saku baju.

Akibatnya, urat nadi leher pria berusia 20-an tahun itu terkoyak. Pria itu (yang disebut sebagai Chan) tergeletak di lantai toko komputer yang dijaganya dengan bersimbah darah. Tak lama kemudian, Chan meninggal dunia.

Shin Min Daily News menyebutkan, tragedi ini berlangsung sekitar pukul 7.30 pada akhir pekan lalu. Saksi yang juga pegawai di toko komputer tersebut mengaku mendengar ledakan keras, lalu melihat Chan sudah tergeletak di lantai bersimbah darah. Ia tahu bila korban baru saja mengganti baterai ponselnya.

Sayang, pihak berwenang di China enggan membeberkan model, merek ponsel, ataupun tipe baterai yang meledak tersebut. Beberapa laporan menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di toko Lenovo, tetapi hanya karena toko tersebut mengiklankan produk Lenovo. Hingga saat ini pihak kepolisian China masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan.

Ledakan yang disebabkan ponsel ini merupakan peristiwa kesembilan kali yang terjadi di China sejak tahun 2002. Kejadian terakhir berlangsung Juni 2007. Saat itu Xiao Jinpeng (22) sedang bekerja di pabrik besi di Provinsi Gansu. Tiba-tiba ponselnya meledak, mengakibatkan luka parah di perutnya dan nyawanya pun melayang.

Penyelidikan yang dilakukan menemukan bahwa baterai ponsel milik Jinpeng meledak karena tidak tahan panas di area pabrik besi yang sedang berproduksi. Baterai litium banyak digunakan ponsel. Namun, jika baterai jenis itu terlalu lama di-charge atau terpapar panas, cairan mudah terbakar (inflammable) yang ada di dalam baterai litium akan bisa meledak.

Motorola dan Nokia, dua pabrik ponsel terbesar di dunia, sejauh ini membantah bahwa pihaknya memiliki kaitan dengan para distributor ponsel di China yang menjual baterai-baterai bermasalah. Baik Nokia maupun Motorola menegaskan bahwa baterai dalam ponsel-ponsel yang meledak itu adalah palsu.