Amazon Ad Tag

24 November 2009

Cuap tentang Eksekusi Mati

Hore! Pertama-tama mendengar keputusan hukuman bagi para pencemar/koruptor pangan/pebisnis licik ga tau diri yang telah menyebabkan kerugian perorangan yang parah ini hati bersorak kegirangan. Suatu ketetapan yang menunjukkan keadilan bagi para penjahat kemanusiaan (tanpa sadar diberi minum racun kan jahat sekali ...) ini cukup menunjukkan niat pemerintah menegakkan kebenaran (kalau bukan hanya demi membersihkan nama di mata dunia kala saat itu menyelenggarakan Olimpiade yang berisi tipuan vokal dan bencana pencemaran pangan mengandung melamine ini) yang sedikitnya akan meringankan beban negara dari tudingan dan pandangan mencemooh dunia.

Hukuman mati? Tapi mengapa hukuman mati? Bukannya itu tidak manusiawi? Toh pelaku mungkin bukan dengan sadar melamine akan mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya atau sengaja tidak peduli walaupun akan membunuh banyak manusia pada akhirnya (beneran ga tau kan? masa sih sengaja walau uda tau? wew ...). Dan juga bila diberdayakan untuk kemajuan negara kan masih bisa, kerja rodi selama masa waktu penahanan misalnya. Toh yang baru keluar adalah keputusan pengadilan, bukan kabar kepastian telah diberlakukan pelaksanaan hukumannya. Kalau dari kasus sebelumnya sih, seorang koruptor yang dihukum seumur hidup misalnya, akan banyak mengalami pengurangan hukuman sampai akhirnya dapat menghirup udara bebas hanya dengan menjalani hukuman penjara beberapa tahun saja. Tak tahu dengan yang mendapat hukuman mati ini ... kita tunggu saja.

--------------------------

China Eksekusi Mati Dua Pencemar Susu
Selasa, 24 November 2009 | 15:29 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China, Selasa (24/11), mengeksekusi mati dua orang yang terlibat dalam skandal susu tercemar melamin yang menyebabkan enam anak meninggal dunia dan lebih dari 300.000 orang sakit.

Zhang Yujun diekskusi karena membahayakan keamanan umum dan Geng Jinping dieksekusi karena memproduksi dan menjual makanan beracun. Berita tersebut dilansir Kantor berita resmi China, Xinhua. Hukuman mati bagi kedua orang itu telah diputuskan Maret lalu. Xinhua melaporkan, berita eksekusi itu dikeluarkan Pengadilan Tinggi Kota Shijiazhuang. Namun, seorang petugas pengadilan, Selasa, mengatakan, dia tidak dapat memberikan konfirmasi bahwa eksekusi terhadap dua orang itu telah dilakukan.

Kasus susu tercemar melamin itu merupakan salah satu skandal pengamanan makanan terburuk di China. Melamin dapat menyebabkan batu ginjal dan gagal ginjal. Melamin, yang biasa digunakan di pabrik plastik dan pupuk, ditambahkan para pelaku untuk mengencerkan susu demi menipu para penyidik yang akan menguji kandungan protein dan untuk meningkatkan keuntungan.

20 November 2009

Cuap tentang Pecat Menteri

Negara besar, penduduk banyak, sumber daya melimpah. Suatu faktor menguntungkan bagi perkembangan sebuah bangsa, tentu saja diperlukan juga tingkat dan sistem pendidikan yang baik dan bermoral. Bukan suatu hal yang mengherankan bila dikatakan cina sebagai penggerak ekonomi dunia (bersama india, yahudi, dan bangsa lainnya), bahkan (tentu saja) pihak2 fanatik cina yang sangat bangga (baca : pongah) akan status ini akan selalu menempatkan cina di atas bangsa lain dalam hal industri perdagangan.

Dari kualitas datang korupsi, kuantitas besar memiliki korupsi yang akan menurunkan nilai kualitasnya sendiri. Secara kalau menilik pengakuan banyak pihak (pengagum cina) yang menyebutkan bahwa (perkembangan) ekonomi cina adalah nomor satu, maka bisa dibayangkan pula tingkat korupsinya yang mungkin paling besar pula. Apalagi kesadaran akan batas tipis antara bisnis yang lihay dan licik seringkali dipandang sebelah mata oleh pebisnis cina. Bukan rahasia kalau seperti pada bangsa lain yang memiliki organisasi penjahat tersistem (mafia Italia, Yakuza Jepang, dan lainnya), cina pun punya organisasi kebanggaan yang disebut triad, yang tampaknya mampu melebarkan sayap bisnisnya sampai ke Iran (banyak tertangkapnya orang Iran yang menyelundupkan narkoba pada surat kabar mungkin menunjukkan produk cina yang sampai kesini melewati jalur Iran, mungkin juga bukan).

Di luar benar tidaknya hal ini, dapat diketahui dengan lebih meyakinkan, bahwa produk (biasanya berbahan plastik, aman maupun berbahaya tidak diketahui karena kurang standar pengawasannya) cina yang berfungsi praktis dalam kehidupan rumah tangga telah sampai jauh ke ujung Asia, bahkan Afrika. Dari hal ini usaha dan buah hasil bisnis orang cina patut diacungi jempol.

Dengan euforia akan peningkatan kondisi ekonomi cina yang melebihi bangsa lain di dunia tampaknya digerogoti oleh tingginya tingkat korupsinya juga. Dan bukannya tanpa alasan bila perlu dikuatirkan, karena generasi mudanya pun tak terjamin masa depannya dikarenakan rendahnya mutu pendidikan cina belakangan ini. Diakui pihak cina sendiri yang sangat gelisah akan bobroknya mutu jebolan institut pendidikan di sana, terutama dengan memburuknya kualitas pendidikan dasar. Bisa dikatakan, generasi yang tidak terjaga kualitasnya akan menjadi bom waktu yang akan memporak porandakan sukses cina dalam memposisikan dirinya sebagai negara adi kuasa.

Langkah berani yang dilakukan pemerintah cina adalah dengan memecat menteri pendidikannya yang tidak dapat membuktikan diri untuk menjaga atau meningkatkan mutu pendidikan di meinlen, dan bahkan terlibat dalam skandal kasus korupsi yang akhirnya dianggap membahayakan masa depan negara. Bayangkan saja, dana pendidikan yang notabene seharusnya digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan dipangkas untuk hal lain yang tidak diketahui (namun biasanya demi keperluan pribadi). Bila kembali pada kondisi Indonesia, beranikah pemerintah kita melakukan langkah yang cukup mencoreng muka ini?

----------------------------

Menteri Pendidikan China Dipecat

Selasa, 3 November 2009 | 05:52 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan China Zhou Ji (63) dipecat karena skandal korupsi dan tidak bisa mengatasi persoalan pendidikan. Posisinya digantikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Yuan Guiren. Publik China amat tidak puas dengan kinerja Zhou dalam enam tahun terakhir.

Demikian diberitakan media massa di China, Senin (2/11). Tidak ada alasan resmi dari pemerintah soal pemecatan Zhou. Pemecatan Zhou dilakukan Komite Eksekutif Parlemen China, Jumat (30/10) di Beijing.

Namun, pada sebuah pertemuan seremonial tahun lalu di parlemen China, ada 300 suara delegasi dari total 3.000 suara delegasi yang menyatakan keberatan dengan susunan kabinet. Keberatan itu terutama ditujukan kepada Zhou.

Pemerintah jarang memecat pejabat senior atau pejabat tinggi. Pada umumnya hukuman dilakukan hanya bagi pejabat yang terlibat skandal besar. Pada 2006, misalnya, Chen Liangyu dipecat sebagai Ketua Partai Komunis cabang Shanghai karena skandal korupsi dan dipenjarakan.

Presiden Hu Jintao sudah berjanji melakukan tindakan kepada para pejabat yang korup. Presiden Hu mengatakan, korupsi merupakan ancaman bagi legitimasi Partai Komunis yang memimpin China sejak 1949.

Zhou telah dimutasi menjadi Wakil Ketua Partai di Akademi Teknik China, sebagaimana diberitakan kantor berita Xinhua.

Rotasi jabatan belum tentu karena ada skandal korupsi. Namun, pemecatan Zhou diiringi dengan komentar tidak enak.

Banyak masalah

Sistem pendidikan tinggi China berkembang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pendidikan tinggi itu hanya menghasilkan jutaan lulusan yang tidak punya kualifikasi baik. Kebanyakan dari mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan di tengah pertumbuhan ekonomi yang rata-rata di atas 8 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

”Pergeseran secara mendadak itu merupakan rangkaian terbaru dari perombakan sistem pendidikan publik. Biasanya sistem pendidikan China merupakan sebuah jalan emas untuk peningkatan status sosial. Namun, sistem pendidikan itu kini menghadapi banyak masalah,” demikian harian milik pemerintah, China Daily.

Zhou dikritik keras karena tidak mampu mengatasi berbagai persoalan pendidikan dengan kualitas buruk di tingkat universitas. Di sisi lain, biaya kuliah mengalami peningkatan. Juga terjadi degradasi kualitas pada pendidikan dasar.

”Meski berbagai persoalan itu merupakan warisan dari pejabat sebelumnya, Zhou telah menjadi sasaran karena tidak memiliki kinerja yang bagus,” lanjut China Daily.

Zhou, yang meraih gelar doktor dari State University of New York at Buffalo, AS, digantikan wakilnya, Yuan Guiren. Yuan lahir di Provinsi Anhui pada 1950. Sebelumnya, dia menjabat Rektor Universitas Normal Beijing (Beijing Normal University).

Pemecatan Zhou juga terjadi di tengah skandal korupsi yang menimpa Universitas Wuhan dan kini menjadi bahan pembicaraan publik di China.

Zhou tidak secara resmi dikaitkan dengan skandal korupsi di universitas itu. Namun, banyak pihak yang curiga bahwa Zhou terkait dengan skandal tersebut.

Hal ini sehubungan dengan karier Zhou beberapa tahun menangani sistem pendidikan di Wuhan. Zhou juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Wuhan sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan.

Dua pejabat di Universitas Wuhan telah ditangkap karena tuduhan menerima suap. Isu suap ini terkait dengan persetujuan atas proyek pembangunan beberapa gedung sekolah. Total nilai proyek yang disetujui adalah Rp 1,1 triliun.

Majalah milik pemerintah, China Newsweek, belum lama ini mengutip pernyataan Liu Qun, seorang pejabat penyelidik korupsi di pemerintahan kota Wuhan.

Liu mengatakan, ”Skandal ini hanya puncak dari sebuah gunung es.”

Seorang rektor dari sebuah universitas lain, juga berlokasi di kota Wuhan, telah ditahan untuk ditanyai terkait skandal korupsi.

Kepala dari sebuah sekolah keguruan di kota Zhanjiang, China selatan, juga ditangkap karena kejahatan kerah putih. Semua masalah ini muncul di bawah kepemimpinan Zhou.

Masalah pendidikan di China juga menimpa pendidikan tingkat menengah berupa buruknya kualitas lulusan. Bahkan, kualitas yang buruk ini sudah dianggap kronis.

Persoalan di Universitas Wuhan juga terjadi di berbagai universitas di seantero China.

Beijing memulai ekspansi pendidikan tinggi pada dekade 1990-an. Pemerintah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk membuat kualitas universitas di China bisa bersaing dengan universitas kelas dunia di negara lain.

Banyaknya penduduk membuat China membangun banyak gedung untuk menampung siswa hingga mahasiswa. Namun, dana-dana itu tidak dipakai sebagaimana mestinya.

01 November 2009

Cuap tentang Bugil

Sedikit bacaan ringan setelah seminggu beraktivitas, dengan sebuah pemandangan dari apartemen di Chengdu, bagian tengah Cina. Mulanya dari perselingkuhan yang berlangsung di kediaman sang wanita, dimana suami dari wanita tersebut tiba-tiba datang saat perselingkuhan berlangsung panas. Sun Meng si pria idaman lain itu berusaha kabur dari terkaman suami dalam kondisi telanjang karena tidak sempat memakai apapun. Sayangnya ia kabur keluar apartemen dan berdiri di atas AC, lalu ada yang iseng mengambil fotonya dan posting ke website. Selamat Sun Meng, anda jadi terkenal sekarang. Tidak ada keterangan tentang kondisi setelah kejadian itu, apakah suami wanita tersebut berhasil menyarangkan pukulan atau ia berhasil kabur. Cuma ada komentar lucu darinya bahwa ia kedinginan saat semua orang yang melihatnya berdiri disana menertawakannya.

---------------------


Minggu, 1 November 2009 | 13:02 WIB

KOMPAS.com — Pria ini terpaksa berdiri di luar ruangan dalam kondisi udara dingin setelah tepergok berselingkuh dengan istri orang lain. Sun Meng (25) terpaksa melarikan diri dari dalam ruang di lantai atas sebuah apartemen tempat ia asyik berselingkuh setelah aktivitas mesumnya itu dipergoki oleh sang suami dari perempuan yang dicumbunya.

Namun, dengan kondisi tidak sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya, Sun harus menjaga keseimbangan tubuh berdiri di atas kipas pendingin udara dan pada saat yang sama diteriaki oleh sang suami yang tidak bisa menerima istrinya diselingkuhi. Seorang warga yang menetap di sekitarnya rupanya tidak ingin menyia-nyiakan momen ini dengan mengambil fotonya dan mem-posting-nya di sebuah jaringan situs komunitas lokal.

Tidak diketahui secara rinci bagaimana ketegangan itu berakhir, tetapi dalam sebuah pengakuan di Chengdu, China bagian tengah, Sun bertutur, "Orang-orang hanya bisa tertawa melihat saya telanjang. Namun, mereka tidak tahu kalau saya saat itu kedinginan."

26 Oktober 2009

Cuap tentang Selaput Dara Buatan

Okelah, di berbagai belahan dunia, keperawanan masih merupakan nilai yang tidak dapat dibantah. Bahkan untuk perempuan yang masih bisa menjaga keperawanannya, akan banyak diberikan kata salut dan kekaguman, walaupun sebenarnya itu juga bukanlah merupakan harga mati bagi kehormatan seorang wanita.

Kemudian, sejalan dengan prinsip dasar berbisnis bagi orang cina, "Apapun yang bisa mendatangkan uang dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan pribadi", muncullah selaput dara buatan. Target marketnya? Wanita yang sudah terjeboli namun berada dalam komunitas yang masih mengagungkan keperawanan dari selaputnya. Tampak tepat sasaran memang, namun sangat mendidik secara negatif. Secara nilai keperawanan itu sendiri bukan datang dari apa yang tampak, tapi dari kejujuran. Bila keperawanan dipalsukan dengan produk seperti ini, bukankah menjadikan degradasi nilai pada produk aslinya? Tampaknya memang apapun barang produksi cina yang memalsukan produk aslinya, selalu saja menurunkan nilainya.

Ada yang dengan kagum mengatakan hebat, bahwa cina adalah produsen terhebat yang dapat memproduksi apa saja. Tentu saja cimur yakin itu diucapkan tanpa memandang betapa menggelikannya produk ini yang dengan sengaja mendukung penipuan. Rasanya paling tepat bila produk ini dipergunakan pada film dewasa untuk pemirsa yang fetish dengan gadis perawan.

-------------------------------

Heboh Selaput Dara Palsu
Selasa, 6 Oktober 2009 | 13:01 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Para anggota parlemen konservatif Mesir menyerukan larangan impor alat selaput dara buatan China. Seorang tokoh agama bahkan memfatwakan agar pengimpor atau pengguna alat itu dikucilkan.

Alat bernama Artificial Virginity Hymen itu didistribusikan perusahaan China, Gigimo, dengan harga 30 dollar AS (sekitar Rp 300.000). Alat itu membantu wanita yang baru menikah untuk mengelabui suami bahwa dia masih perawan. Alat itu akan mengeluarkan cairan seperti darah jika dimasuki alat kelamin pria atau pecah.

Gigimo mengiklankan produknya di seluruh negara-negara Arab. Sebagian besar warga Timur Tengah masih menganggap keperawanan adalah harga mati yang harus dimiliki seorang istri.

Sheik Sayed Askar, anggota Persaudaraan Muslim Mesir yang duduk dalam komite parlemen bidang keagamaan, mengatakan, alat itu akan menggoda para wanita Mesir untuk tidak menjaga keperawanannya. "Akan memalukan partai berkuasa jika mengizinkan produk itu masuk di pasaran," katanya.

Tokoh agama terkemuka Mesir, Abdel Moati Bayoumi, mengatakan, siapa pun yang mengimpor alat itu harus dihukum. "Produk ini mendorong hubungan seks terlarang. Islam melarang hubungan ini kecuali dalam pernikahan," kata Bayoumi.

Produk itu juga menjadi pembicaraan heboh di dunia blog dan situs-situs berita Mesir.

28 September 2009

Cuap tentang Pusat Rehab Candu Internet

Agaknya orang-orang cina sudah pada gila. Pertama, tingkat kecanduan berbagai hal yang tinggi. Mulai dari candu opium (dulu sempat mewabah di cina generasi opium yang kerjaannya hanya mendatangi rumah opium untuk merokok sampai teler), candu judi (Pernah nonton film God of Gambler yang diperankan Andy Lau, Stephen Chow, dan Chow Yun Fat yang terkenal? Jadi jagoan judi dengan jurus kungfu sampai menjadi tren saat itu), candu alkohol (Drunken Fist sodara-sodara? Kungfu saja ada yang memakai dasar filosofi orang mabuk arak. Di satu film silat berjudul Golok Naga dan Pedang Langit malah sampai diceritakan pecandu arak terkenal yang hanya minum arak dan melupakan rasa air putih), candu prostitusi (Sebut saja daerah prostitusi yang sukses menjadi Redlight District di Jakarta, itu adalah lokasi tempat berkumpulnya warga keturunan. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak generasi yang sejak mudanya sudah gemar mencicipi tempat seperti itu), dan yang terbaru menjadi tren saat ini-Candu Online.

Lalu saking besarnya pengaruh koneksi internet pada orang cina, sampai perkembangan teknologi komputer dan informasi merupakan hal yang paling pesat disana. Selain dinikmati, juga dijadikan lahan bisnis yang sangat basah. Untuk para generasi penikmat internet, melakukan abuse yang sampai menyebabkan dirinya kecanduan. Pemerintah meinlen sampai was-was dan berusaha mengontrol kondisi karena ditakutkan dengan laju informasi yang tak terbendung akan menyebabkan sulitnya diatur, terbukti dari segala usaha untuk memblokir informasi dari site yang tidak diijinkan eksis di dunia maya disana. Selain itu juga demi menjaga image negara dan ideologi pemerintahan yang dianut dengan menahan masuknya informasi mengenai ideologi lainnya kesana.

Kemudian sejalan dengan otak bisnis mereka, kebutuhan akan kesembuhan dari ketagihan internet ini rupanya begitu besar dan menggiurkan sehingga menjamurlah lokasi terapi rehabilitasi penyembuhan kecanduan akan internet. Dengan bayaran yang relatif mahal, keluarga penderita mengharapkan perawatan dan kesembuhan bagi mereka. Namun apa yang terjadi saudara-saudara, yang ada ternyata malah sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah ditarik bayaran besar, para pecandu itu malah diperlakukan dengan kasar dan tanpa perikemanusiaan. Puncaknya pada kematian salah seorang peserta rehabilitasi itu. Tapi tampaknya kejadian belum menghasilkan kesadaran nurani yang seharusnya dimiliki oleh negara yang memuja-muja kebijaksanaan dengan berbagai pepatah jaman baheulanya. Ujung-ujungnya memang cuma untuk duit, bukannya demi membantu orang untuk menuju kesembuhan. Kalau berbisnis dengan turunan yang membawa embel-embel kesadaran sosial, harap disadari bahwa mereka mungkin hanya bermulut manis. Waspadai kejadian seperti yang satu ini, mungkin juga sampai terjadi di Indonesia tercinta.

---------------------------

Remaja Pecandu Internet Tewas di Rehabilitasi
Pusat rehabilitasi kecanduang internet memang banyak tersebar di China.
Rabu, 5 Agustus 2009, 08:26 WIB

VIVAnews - Seorang remaja yang dikirimkan ke pusat rehabilitasi di China untuk mengatasi kecanduannya terhadap internet dipukuli hingga tewas oleh pelatihnya.

Meski merupakan tempat untuk meredam kecanduan internet, tentu bukan ini maksud orangtua Deng Senshan, 16 tahun, saat mereka mengirimkan anaknya ke camp tersebut.

Saat ini, tiga orang pengawas yang seharusnya membimbing Senshan kini ditahan. "Kasus pelajar sekolah yang dipukuli hingga tewas oleh pengawasnya ini sedang dalam investigasi," kata seorang petugas kepolisian Nanning, Guangxi, China, seperti VIVAnews kutip dari Telegraph, 5 Agustus 2009.

Deng Fei, orangtua Deng Senshan membayar sekitar 1400 dolar AS pada Guangxi Qihuang Survival Training Camp untuk biaya rehabilitasi anaknya selama 1 bulan. Akan tetapi, setibanya di sana, Senshan malah dimasukkan dalam ruangan terpisah. Setelah itu ia dipukuli karena larinya terlalu lambat.

Pusat rehabilitasi kecanduan internet memang marak tersebar di China. Pasalnya, negeri itu memiliki lebih dari 10 juta pecandu internet. Meski begitu, sejumlah metode penyembuhan kontroversial sudah dilarang.

Bulan lalu, kementerian kesehatan China telah melarang penggunaan terapi kejutan listrik untuk merawat pecandu internet. Ke depannya, perawatan dengan memukuli pecandu internet mungkin akan dilarang juga.

--------------------------------

Pusat Rehab Candu Internet Makan Korban Lagi
Pusat rehab pecandu internet tak cuma makan korban jiwa, juga membuat pasien rusak ginjal
Kamis, 20 Agustus 2009, 20:17 WIB

VIVAnews - Setelah kasus meninggalnya seorang pasien rehabilitasi kecanduan internet, Pemerintah China kembali menutup pusat rehabilitasi lainnya yang mempraktekkan cara-cara kekerasan.

Rabu 19 Agustus 2009, polisi menahan pria bernama Tang Jingcheng, karena menganiaya beberapa pasien di pusat rehabilitasi yang ia kelola.

Menurut laman China Daily, Tang, yang juga berprofesi sebagai guru di Kota Qinshe, menyuruh peserta rehabilitasi memukuli seorang pasien hingga babak belur.

Seorang ibu dari pasien rehabilitasi melapor kepada polisi pada 10 Agustus bahwa putranya, Xiang Pan, dipukuli anak-anak lain, atas perintah Tang.

Bocah 14 tahun itu, dikirim ke pusat rehabilitasi agar sembuh dari kecanduannya terhadap internet. Untuk itu, orangtuanya merogoh kocek hingga 1.500 Yuan (sekitar Rp 2,3 juta) per bulan.

Uang telah dibayar, bogem mentah yang ia tuai. Di hari ketiga di rehabilitasi, pelajar sekolah menengah pertama di Chengdu itu akhirnya mencoba melarikan diri. Sayangnya, Tang memergokinya dan berhasil menangkapnya. Ia pun kembali meminta peserta lain menggebukinya.

Saat menyelidiki lokasi rehabilitasi, polisi juga menemukan korban lain bernama Pu Liang, 14 tahun. Ia didapati mengalami luka berat dan kerusakan ginjal, juga karena dipukuli.

Dokter mengatakan, Pu menderita luka di jaringan urat, mengalami retak tulang serta masalah ginjal serius.

Penyiksaan remaja di kamp Sichuan itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang anak dipukuli hingga tewas di pusat rehabilitasi serupa di daerah otonomi khusus Guangxi Zhuang.

Deng Senshan, 15 tahun, ditemukan jenazahnya pada 2 Agustus, sepuluh jam setelah dia memasuki Kamp Pelatihan Qihang.

Polisi telah menahan 13 orang yang diduga terlibat dalam kekerasan itu. Tersangka juga dituduh menjalankan kamp secara ilegal. Kamp tanpa lisensi itu telah ditutup dan seluruh 122 pesertanya sudah dipulangkan.

China memiliki pengguna internet terbanyak di dunia, yang mencapai 338 juta orang. Sekitar sepuluh persen di antara pengguna internet di China diperkirakan telah kecanduan berselancar di dunia maya.