Amazon Ad Tag

28 September 2009

Cuap tentang Pusat Rehab Candu Internet

Agaknya orang-orang cina sudah pada gila. Pertama, tingkat kecanduan berbagai hal yang tinggi. Mulai dari candu opium (dulu sempat mewabah di cina generasi opium yang kerjaannya hanya mendatangi rumah opium untuk merokok sampai teler), candu judi (Pernah nonton film God of Gambler yang diperankan Andy Lau, Stephen Chow, dan Chow Yun Fat yang terkenal? Jadi jagoan judi dengan jurus kungfu sampai menjadi tren saat itu), candu alkohol (Drunken Fist sodara-sodara? Kungfu saja ada yang memakai dasar filosofi orang mabuk arak. Di satu film silat berjudul Golok Naga dan Pedang Langit malah sampai diceritakan pecandu arak terkenal yang hanya minum arak dan melupakan rasa air putih), candu prostitusi (Sebut saja daerah prostitusi yang sukses menjadi Redlight District di Jakarta, itu adalah lokasi tempat berkumpulnya warga keturunan. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak generasi yang sejak mudanya sudah gemar mencicipi tempat seperti itu), dan yang terbaru menjadi tren saat ini-Candu Online.

Lalu saking besarnya pengaruh koneksi internet pada orang cina, sampai perkembangan teknologi komputer dan informasi merupakan hal yang paling pesat disana. Selain dinikmati, juga dijadikan lahan bisnis yang sangat basah. Untuk para generasi penikmat internet, melakukan abuse yang sampai menyebabkan dirinya kecanduan. Pemerintah meinlen sampai was-was dan berusaha mengontrol kondisi karena ditakutkan dengan laju informasi yang tak terbendung akan menyebabkan sulitnya diatur, terbukti dari segala usaha untuk memblokir informasi dari site yang tidak diijinkan eksis di dunia maya disana. Selain itu juga demi menjaga image negara dan ideologi pemerintahan yang dianut dengan menahan masuknya informasi mengenai ideologi lainnya kesana.

Kemudian sejalan dengan otak bisnis mereka, kebutuhan akan kesembuhan dari ketagihan internet ini rupanya begitu besar dan menggiurkan sehingga menjamurlah lokasi terapi rehabilitasi penyembuhan kecanduan akan internet. Dengan bayaran yang relatif mahal, keluarga penderita mengharapkan perawatan dan kesembuhan bagi mereka. Namun apa yang terjadi saudara-saudara, yang ada ternyata malah sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah ditarik bayaran besar, para pecandu itu malah diperlakukan dengan kasar dan tanpa perikemanusiaan. Puncaknya pada kematian salah seorang peserta rehabilitasi itu. Tapi tampaknya kejadian belum menghasilkan kesadaran nurani yang seharusnya dimiliki oleh negara yang memuja-muja kebijaksanaan dengan berbagai pepatah jaman baheulanya. Ujung-ujungnya memang cuma untuk duit, bukannya demi membantu orang untuk menuju kesembuhan. Kalau berbisnis dengan turunan yang membawa embel-embel kesadaran sosial, harap disadari bahwa mereka mungkin hanya bermulut manis. Waspadai kejadian seperti yang satu ini, mungkin juga sampai terjadi di Indonesia tercinta.

---------------------------

Remaja Pecandu Internet Tewas di Rehabilitasi
Pusat rehabilitasi kecanduang internet memang banyak tersebar di China.
Rabu, 5 Agustus 2009, 08:26 WIB

VIVAnews - Seorang remaja yang dikirimkan ke pusat rehabilitasi di China untuk mengatasi kecanduannya terhadap internet dipukuli hingga tewas oleh pelatihnya.

Meski merupakan tempat untuk meredam kecanduan internet, tentu bukan ini maksud orangtua Deng Senshan, 16 tahun, saat mereka mengirimkan anaknya ke camp tersebut.

Saat ini, tiga orang pengawas yang seharusnya membimbing Senshan kini ditahan. "Kasus pelajar sekolah yang dipukuli hingga tewas oleh pengawasnya ini sedang dalam investigasi," kata seorang petugas kepolisian Nanning, Guangxi, China, seperti VIVAnews kutip dari Telegraph, 5 Agustus 2009.

Deng Fei, orangtua Deng Senshan membayar sekitar 1400 dolar AS pada Guangxi Qihuang Survival Training Camp untuk biaya rehabilitasi anaknya selama 1 bulan. Akan tetapi, setibanya di sana, Senshan malah dimasukkan dalam ruangan terpisah. Setelah itu ia dipukuli karena larinya terlalu lambat.

Pusat rehabilitasi kecanduan internet memang marak tersebar di China. Pasalnya, negeri itu memiliki lebih dari 10 juta pecandu internet. Meski begitu, sejumlah metode penyembuhan kontroversial sudah dilarang.

Bulan lalu, kementerian kesehatan China telah melarang penggunaan terapi kejutan listrik untuk merawat pecandu internet. Ke depannya, perawatan dengan memukuli pecandu internet mungkin akan dilarang juga.

--------------------------------

Pusat Rehab Candu Internet Makan Korban Lagi
Pusat rehab pecandu internet tak cuma makan korban jiwa, juga membuat pasien rusak ginjal
Kamis, 20 Agustus 2009, 20:17 WIB

VIVAnews - Setelah kasus meninggalnya seorang pasien rehabilitasi kecanduan internet, Pemerintah China kembali menutup pusat rehabilitasi lainnya yang mempraktekkan cara-cara kekerasan.

Rabu 19 Agustus 2009, polisi menahan pria bernama Tang Jingcheng, karena menganiaya beberapa pasien di pusat rehabilitasi yang ia kelola.

Menurut laman China Daily, Tang, yang juga berprofesi sebagai guru di Kota Qinshe, menyuruh peserta rehabilitasi memukuli seorang pasien hingga babak belur.

Seorang ibu dari pasien rehabilitasi melapor kepada polisi pada 10 Agustus bahwa putranya, Xiang Pan, dipukuli anak-anak lain, atas perintah Tang.

Bocah 14 tahun itu, dikirim ke pusat rehabilitasi agar sembuh dari kecanduannya terhadap internet. Untuk itu, orangtuanya merogoh kocek hingga 1.500 Yuan (sekitar Rp 2,3 juta) per bulan.

Uang telah dibayar, bogem mentah yang ia tuai. Di hari ketiga di rehabilitasi, pelajar sekolah menengah pertama di Chengdu itu akhirnya mencoba melarikan diri. Sayangnya, Tang memergokinya dan berhasil menangkapnya. Ia pun kembali meminta peserta lain menggebukinya.

Saat menyelidiki lokasi rehabilitasi, polisi juga menemukan korban lain bernama Pu Liang, 14 tahun. Ia didapati mengalami luka berat dan kerusakan ginjal, juga karena dipukuli.

Dokter mengatakan, Pu menderita luka di jaringan urat, mengalami retak tulang serta masalah ginjal serius.

Penyiksaan remaja di kamp Sichuan itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang anak dipukuli hingga tewas di pusat rehabilitasi serupa di daerah otonomi khusus Guangxi Zhuang.

Deng Senshan, 15 tahun, ditemukan jenazahnya pada 2 Agustus, sepuluh jam setelah dia memasuki Kamp Pelatihan Qihang.

Polisi telah menahan 13 orang yang diduga terlibat dalam kekerasan itu. Tersangka juga dituduh menjalankan kamp secara ilegal. Kamp tanpa lisensi itu telah ditutup dan seluruh 122 pesertanya sudah dipulangkan.

China memiliki pengguna internet terbanyak di dunia, yang mencapai 338 juta orang. Sekitar sepuluh persen di antara pengguna internet di China diperkirakan telah kecanduan berselancar di dunia maya.

20 Agustus 2009

Cuap tentang Obat Cina

Sedari kecil phopho (nenek) selalu siap sedia menyimpan berbagai obat-obatan tradisional yang dibeli di petak sembilan (pecinan jakarta), karena memang sudah umum dikenal orang khasiat obat-obatan cina. Dari encek-encek, encim-encim, sifu kung tao sampai sin she semua pasti bilangnya obat cina itu paling manjur (ya iyalah, coba tanya abang-abang, yang paling manjur ya tolak angin ha5). Sebagai contoh, cimur yakin tidak ada yang tidak kenal 3 obat paling ngetop yang cimur bakal sebut ini di glodok. Kalo you ga kenal tandanya dulu you ga gaul di daerah kota dan pasar pagi. Resep obat berikut sudah dihafal luar kepala, ga perlu ke dokter apalagi minta resep tertulis. Mahal dan bisa-bisa ga dikasi obat generik, jadi mahal deh biaya berobatnya.

Pokoknya ikuti aja sin she cimur, tapi sori karena cimur belum ada ijin buka praktek sin she. Kalau sariawan, pakai how feng san, obat bubuk ijo-ijo yang pahit tapi super manjur. Kalau sakit perut, mencret-mencret, minum po chay pill sekali 10 butir. Sebotolnya saja cuma 20 butir, dan butirannya kecil-kecil sekali. Kalau luka luar, akibat jatuh berguling-guling pas turun dari bus karena sok jago mau ngikutin gaya kondektur misalnya, pakai tieh ta yao jin. Amat sangat perih memang, ini obat yang paling cimur takuti dari kecil, tapi ampuh banget buat steril dan mengobati luka berdarah. Ya asal jangan tertukar saja minum tieh ta yao jin waktu sariawan, mungkin rasanya seperti bunuh diri T_T

Adalagi yang mungkin banyak kedengaran tapi sulit dipercaya, kalau punya gejala kencing manis (diabetes) obatnya gampang punya. Tinggal tangkap hewan undur-undur, lalu masukkan ke kapsul hidup-hidup, lalu minum. Agak menjijikan? Memang, dan agak susah dipercaya, tapi cimur lihat sendiri kapsul isi undur-undur itu. Masalah khasiat cimur tidak tahu, itu menurut pengakuan yang mengkonsumsi saja sih.

Nah, seperti biasa, warisan hebat leluhur ini tidak bertahan lama dengan pemikiran kapitalis orang cina yang mikirnya "yang penting dapet duit", berbagai obat yang antara sembarangan dibuat (yang penting obat cina, pasti ampoeh!), atau memang obat yang dipalsukan (obat aslinya memang ampuh, tapi tiruannya kagak!) jadinya berbahaya buat yang mengkonsumsi deh. Memang dasar otak busuk pedagang cina, budaya warisan leluhur yang bagus bukannya dipelihara malah dirusak dengan cara begini. Nanti saat obat cina sudah tidak dipercaya, bagaimana? Mau ganti jadi made in hongkong? Sama aja, nanti bisa-bisa semua yang berbau cina, dari kata tiongkok, hongkong, taiwan, macau, semua ga dipercaya. Repot kan tuh! Masa mau ganti nama negara biar dipercaya lagi?

-----------------

Awas, Masih Banyak Obat China Berbahaya Beredar
Kamis, 18 Juni 2009 | 09:31 WIB

KOMPAS.com — Banyak obat produk dari China yang dinilai berbahaya masih banyak beredar di pasaran. Produk dicurigai berbahaya jika kemasannya tidak menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa internasional dan tak tertera label aman.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Dede Sediana saat menggelar inspeksi mendadak kosmetik dan jamu berbahaya di Kota Tasikmalaya, Selasa (16/6).

Dijelaskannya saat menggelar razia, masih banyak ditemukan obat produk China yang tidak mengikuti aturan pengamanan perdagangan dan lolos, baik dari pengawasan BPOM, maupun Depkes. Misalnya saja obat kuat produk China merek Fly D5 Yuanye, perlu dicurigai karena kemasannya bertuliskan bahasa China. Padahal, seharusnya jika masuk pasar Indonesia, harus menggunakan bahasa Indonesia atau internasional.

"Jadi kalau ada salah satu obat China yang kemasannya masih tulisan China, itu belum dinyatakan aman," katanya. Karena itu, para pedagang diimbau untuk tidak menjualnya. Masyarakat juga sebaiknya pro aktif dan waspada terhadap produk tersebut.

06 Agustus 2009

Cuap tentang Mata-mata

Kalo soal mata-mata sih ga usah heran, cina termasuk jagonya. Sejak jaman 3 kerajaan pun sudah terkenal yang namanya penyusup ke pihak lawan untuk mendapatkan informasi kelemahan maupun kesempatan untuk melancarkan siasat dan tindakan yang merusak, entah itu sabotase fasilitas, maupun pembunuhan terencana, ataupun penghancuran struktur organisasi atau image dari seseorang yang dapat memuluskan usaha menjatuhkan mereka.

Tengoklah wanita bernama Diao Chan, sebagai penari yang bertugas menghibur Lu Bu dan Dong Zhuo, ternyata menyimpan siasat untuk mengadu domba keduanya dengan rayuan maut. Di sisi lain, Pang Tong yang dipandang sebagai tokoh berbakat dalam strategi dan siasat perang, mengusulkan taktik "Rantai Besi Bersambung" yang mengikat seluruh kapal Cao Cao dengan alasan menguatkan pertahanan dan formasi armada, namun sebenarnya loyal kepada Zhou Yu yang menjadi musuh Cao Cao dalam peperangan di Tembok Merah. Alhasil Lu Bu yang merupakan anak angkat Dong Zhuo mengkhianati ayahnya (memang sebelumnya pun ada kejadian seperti ini dimana Dong Zhuo membuat Lu Bu mengkhianati ayah angkat yang sebelumnya, bisa dibilang karmanya langsung berbuah) dan pasukan aliansi mampu menumpas pengkhianatan Dong Zhuo terhadap Kaisar, dan pada kasus Pang Tong, Cao Cao kalah telak dalam peperangan di perairan sehingga kekuatan tiga kerajaan menjadi lebih seimbang, sesuai rencana Zhuge Liang penasehat utama Liu Bei.

Di jaman modern dan era digital sekarang ini, mata-mata tetap berperan besar. Entah melalui worm dan trojan yang diam-diam mengirimkan informasi penting kepada pihak lain untuk disalahgunakan, bisa juga sebagai pembunuh yang dapat menghancurkan sistem komputerisasi dan data-data berharga suatu perusahaan atau bahkan negar, agar menghambat pertumbuhannya. Ada kecurigaan banyak usaha mata-mata berasal dari wilayah meinlen, secara pertumbuhan komputer pada perangkat keras dan lunak sangatlah besar disana. Padahal pemerintah meinlen sendiri sangatlah ketat dalam menyensor berita dan informasi yang dianggap membahayakan atau mengganggu, tapi rupanya dalam masalah ini, mereka tutup mata. Banyak kasus melaporkan penyalahgunaan nomor kartu kredit di Indonesia nomor satu, benarkah? Bisa jadi, namun itu yang ketahuan dan statusnya perlu diupdate lagi karena banyak yang berlomba-lomba untuk menjadi nomor satu dalam hack dan cracking.

Lha sekarang banyak yang mengendus usaha mata-mata ke banyak negara yang asal jalurnya dari meinlen sana, buat apa ya? Wajar saja bila digunakan untuk cek status, apakah perdagangan dengan negara itu masih dikuasai meinlen. Atau bisa juga sebagai sumber informasi buat mengakuisisi perusahaan di negara itu yang ternyata mendekati krisis, atau bahkan mampu membuat perusahaan itu terkena imbas krisis. Bila sebuah negara menjadi momok yang mampu mendominasi jalur informasi dan manipulasi data, bukan tak mungkin menguasai dunia. Dalam hal ini, negara yang rakus dan egois akan menghancurkan dunia lebih cepat daripada pemanasan global.

Oh ya, ternyata pemanasan globalpun ada efek baiknya. Di gurun Afrika sana malah terjadi penghijauan, kalau siasat mata-mata yang tadi disebutkan sampai memonopoli seluruh dunia ada efek baiknya juga gak yah?

-----------------

Indonesia Termasuk Target Mata-mata Cyber
Selasa, 31 Maret 2009 | 10:20 WIB

JAKARTA, Kompas.com – Penyidikan spionase cyber yang berlangsung selama 10 bulan mengungkapkan bahwa 1295 komputer di 103 negara dan dimiliki oleh institusi-institusi internasional telah dimata-matai. Bukti-bukti merujuk Cina sebagai pelakunya.

Dalam laporan setebal 53 halaman yang dibeberkan hari Minggu itu, Indonesia termasuk dalam daftar 103 negara yang dimata-matai. Kementerian luar negeri Indonesia tercakup dalam laporan sekitar 30% komputer terinfeksi yang menjadi sasaran “bernilai tinggi.”

Selain Indonesia, kementerian luar negeri yang ditarget adalah Bangladesh, Barbados, Bhutan, Brunei, Iran, Latvia dan Filipina. Yang juga terinfeksi adalah komputer-komputer yang dimiliki oleh kedutaan negara Cyprus, Jerman, India, Indonesia, Malta, Pakistan, Portugal, Romania, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand.

Sementara itu kelompok internasional yang disebutkan terinfeksi adalah Sekretariat ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) dan Asian Development Bank; beberapa organisasi berita seperti afiliasi U.K. dari Associated Press; dan unclassified NATO computer.

Dalam laporan dijelaskan bahwa sebuah jaringan, disebut GhostNet, menggunakan program software jahat bernama gh0st RAT (Remote Access Tool) untuk mencuri dokumen-dokumen sensitif, mengendalikan Webcam dan sepenuhnya mengendalikan komputer-komputer yang sudah terinfeksi.

"GhostNet mewakili sebuah jaringan dari komputer terjangkit yang ada di lokasi-lokasi politik, ekonomi, dan media bernilai tinggi yang tersebar di brebagai negara di dunia,” begitu laporan yang ditulis oleh para analis Information Warfare Monitor, sebuah projek penelitian dari SecDev Group, think tank, dan Munk Center for International Studies di University of Toronto.
Kendati bukti menunjukkan bahwa server-server di Cina mengumpulkan beberapa data sensitif, para analis berhati-hati untuk mengaitkan aksi spionase itu dengan pemerintah Cina. “Menyalahkan semua malware Cina untuk secara sengaja mengumpulkan data intelijen oleh negara Cina adalah salah dan menyesatkan,” kata laporan tersebut.

Penelitian para analis ini sendiri dimulai ketika mereka mendapat akses dari komputer-komputer milik pemerintah Tibet yang diasingkan, organisasi nonpemerintah Tibet, dan kantor-kantor swasta dari Dalai Lama, yang kuatir tentang bocornya informasi rahasia. Mereka kemudian menemukan komputer-komputer telah terinfeksi oleh software jahat yang memungkinkan hacker secara remote mencuri informasi. Komputer terinfeksi setelah para penggunanya membuka lampiran yang jahat atau mengklik tautan yang terhubung ke situs-situs Web yang berbahaya.

Situs Web atau lampiran jahat kemudian akan mencoba mengeksploitasi kelemahan software untuk mengambil alih kendali mesin. Salah satu contoh e-mail jahat dikirim ke organisasi yang berafiliasi dengan Tibet dengan alamat kembali campaign@freetibet.org dengan lampiran MS Word yang terinfeksi.

Ketika para analis meneliti jaringan, mereka menemukan server-server yang mengumpulkan data itu ternyata tidak diamankan. Dan mereka mengakses control panel yang digunakan untuk memantau komputer-komputer yang di-hack di empat server.

Control panel tersebut ternyata mengungkap daftar komputer yang terinfeksi, selain milik pemerintah dan NGO Tibet. Tiga dari empat server pengontrol itu berada di Cina, dan satu di AS. Lima dari enam server komando berada di Cina, dan satu di Hongkong.

----------------------------

Senin, 30/03/2009 07:35 WIB
Sistem Komputer Ratusan Negara Diterobos dari China

Washington - Sebuah operasi pengintaian elektronik skala raksasa yang berbasis di China sukses menerobos sistem komputer pemerintah maupun pihak swasta di 103 negara. Demikian dikemukakan media New York Times yang dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (30/3/2009).

Menurut hasil laporan para peneliti Kanada, aksi pengintaian itu dikontrol hampir sepenuhnya dari negara Tirai Bambu tersebut. Meski demikian tak bisa dipastikan apakah pemerintah China turut terlibat atau malah jadi dalangnya.

Para peneliti yang berasal dari University of Toronto mengawali langkah investigasi setelah Dalai Lama-pemimpin Tibet yang sering berkonfrontasi dengan China- meminta mereka memeriksa komputernya. Sebab, komputer Lama tampak terinfeksi malware. Dari situ terungkap adanya operasi pembobolan sistem komputer besar-besaran
dari China yang menimpa sekitar 1000 komputer di 103 negara.

Sebagian komputer tersebut adalah milik kedutaan, kementerian luar negeri dan kantor pemerintahan lainnya. Beberapa data penting pun berhasil diraup. Para peneliti yakin bahwa di samping untuk memata-matai Dalai Lama, sistem pengintaian ini juga difokuskan untuk memata-matai pemerintah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Namun tak disebutkan apakah Indonesia termasuk di dalam daftar.

---------------------------------

China Intai 500 Juta Pengguna Ponsel
Minggu, 27 Januari 2008 | 13:28 WIB

DAVOS, MINGGU - Pengakuan dari pemimpin perusahaan telpon seluler terbesar di Cina membuat terhenyak anggota delegasi Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pekan lalu. CEO dari China Mobile Communications Corporation, Wang Jianzhou, mengaku perusahaannya memiliki akses yang tidak terbatas tentang data pribadi lebih dari 300 juta pelanggannya.

Pengakuan tersebut dikhawatirkan oleh pakar telekomunikasi yang hadir di Forum Ekonomi Dunia dapat dijadikan target pengintaian dan disalahgunakan. "Kami tidak hanya tahu siapa anda, tetapi juga dimana kamu berada," tutur CEO dari China Mobile Communications Corporation yang jumlah pelanggan jaringannya setiap bulan bertambah hingga 6 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, China Mobile Communications merupakan kelompok bisnis ponsel terbesar di dunia untuk jumlah pelanggan.

"Kami dapat mengakses informasi dan melihat keberadaan pemakai ponsel, namun kami tidak pernah membeberkan informasi ini ...jika tidak diminta oleh aparat keamanan, jelas Wang Jianzhou. Pergerakan pemilik ponsel, menurut Wang Jianzhou, dapat dilacak karena sinyal ponsel yang terhubung dengan stasiun transmisi setempat. Teknologi ini juga memungkinkan perbincangan di ponsel dengan mudah disadap.

Pernyataan dari Wang ini disampaikan dalam konteks diskusi mengenai cara operator ponsel dapat meraih penghasilan tambahan dengan meningkatkan target iklan dan pelayanan lainnya.

Menurut Wang, pengintaian data lewat ponsel telah memunculkan pemikiran untuk menyebarkan pesan iklan berdasarkan lokasi pemilik ponsel. Wang mencontohkan bagaimana pemasang iklan cepat saji dapat menargetkan pemakai ponsel dengan jasa yang ditawarkan saat pemakai ponsel berada di lokasi rumah makan.

Wang menjelaskan perusahaannya dapat menghitung jumlah orang yang hadir dalam grand prix Formula I Shanghai tahun 2007 lalu dengan menghitung jumlah pelanggannya di wilayah tersebut. Nantinya, apabila sebagian besar masyarakat China telah mempunyai ponsel, data pelanggan dapat digunakan untuk menghitung jumlah penduduk di jalan raya seperti pada saat terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas.

Pengintaian yang dilakukan oleh perusahaan ponsel terkemuka China itu mengundang perasaan khawatir dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat AS. Kongres sempat mempertanyakan tanggungjawab perusahaan Internet AS Yahoo yang membocorkan informasi seorang wartawan Cina ke aparat kepolisian Beijing tahun 2005.Data Shi Tao dibocorkan oleh Yahoo sehingga wartawan ini harus mendekam di penjara selama 10 tahun. Shi Tao diduga telah membocorkan rahasia negara setelah menerbitkan di Internet mengenai perintah dari pemerintah Cina untuk melarang organisasi media massa merayakan hari jadi pembantaian di Lapangan Tiananmen.

Jumlah pemakai ponsel di China mencapai 523,3 juta orang pada akhir September 2007, atau naik 13,5 persen jika dibandingkan pada periode yang sama akhir tahun 2006.

---------------------------

China Sensor Pidato Obama
Rabu, 21 Januari 2009 | 10:19 WIB

BEIJING, RABU — Sebuah portal di China menyensor bagian pidato Presiden Barack Obama saat pelantikan, Selasa (20/1). Kata "komunisme" disunat dan paragraf mengenai perbedaan pendapat dalam pidato tersebut pun raib.

Kebijakan gunting-menggunting ini memang masih terkait dengan kebijakan Pemerintah China soal portal porno. Beberapa waktu lalu, pemerintah Negara Tirai Bambu itu menutup 200-an portal yang dituding porno dan vulgar.

"Ingatlah bahwa generasi terdahulu menghadapi komunisme dan fasisme tidak hanya dengan peluru kendali dan tank, tapi dengan aliansi yang kokoh dan pendirian yang teguh," begitu kutipan dalam pidato 18 menit Obama.

"Untuk mereka yang berpegang teguh pada kekuasaan melalui korupsi dan ketidakjujuran serta pembungkaman perbedaan pendapat, ketahuilah bahwa Anda berada di jalan yang salah dari sejarah, tapi kami akan mengulurkan tangan andai Anda mau membuka genggaman tangan Anda," tambahnya.

Lalu, portal lain, Netease, memotong keseluruhan paragraf tadi dengan kata-kata "Ha-ha-ha, communism and fascism”.

Sementara, pidato komplet Barack Obama malah nongol di portal Phoenix TV. Portal yang berbasis di Hongkong ini menjadi sumber berita media massa, termasuk portal harian milik pemerintah, China Daily.

-----------------------------

06/04/09 11:57
TV Rusia: AS Mata-matai China dari Kyrgyzstan

Moskow (ANTARA News/Reuters) - Stasiun televisi Rusia, Ahad, menuduh Amerika Serikat memata-matai China dan Rusia, setelah secara diam-diam mengubah satu-satunya pangkalan udaranya yang tersisa di Asia Tengah, Kyrgyzstan, menjadi pusat pengawasan berteknologi tinggi.

Seorang pejabat pertahanan AS, Jumat, membantah tuduhan itu dan menyebutnya "menggelikan", ketika stasiun televisi Rossiya, yang dipandang banyak pihak sebagai corong resmi di Rusia, menyiarkan rekaman dokumentasi yang diudarakannya Ahad mengenai pangkalan Manas.

Beberapa pejabat AS dan Kyrgyzstan tak dapat diminta komentarnya sampai Ahad malam.

Kyrgyzstan memberitahu Washington pada Februari agar menutup pangkalannya di dekat ibukota negeri tersebut, Biskek, yang digunakan untuk mengirim pasokan buat tentara AS di Afghanistan, setelah Kyrgyzstan menerima paket bantuan ekonomi bernilai 2 miliar dolar AS dari Rusia.

Orang Amerika di sana dijadwalkan pergi pada Agustus.

Rossiya, yang mengudarakan film dokumenter itu, yang disebut "Base", memperlihatkan satu kompleks bangunan dua lantai tanpa jendela, dan mengatakan, "Di salah satu bangunan ini ... ada sistem radio pemantau radio-elektronik banyak saluran, banyak fungsi."

"Stasiun ini dapat menyadap seluruh dunia, setiap faks, setiap huruf dalam surat elektronik. Setiap telefon dari telefon genggam atau tak bergerak dicatat dan diproses. Miliaran pesan dicegat," katanya.

Stasiun televisi tersebut mengatakan, "Di Manas, AS membangun stasiun yang memantau seluruh Asia Tengah, beberapa bagian China dan Siberia. Bagian Amerika, keberadaan kompleks intelijen di pangkalan tersebut lebih penting dibandingkan landasan pacu. Itu dilakukan secara curang oleh pemerintah Kyrgyzstan."

Penayangan film tersebut yang hanya beberapa hari setelah pertemuan pertama Presiden Dmitry Medvedev dengan Presiden AS Barack Obama tampaknya akan meningkatkan spekulasi mengenai ketegangan di dalam elit Rusia.

Seorang pejabat AS yang tak ingin disebutkan jatidirinya, Jumat, menyatakan, laporan TV itu muncul tepat saat para pejabat AS dan Kyrgyzstan melanjutkan dialog mengenai masa depan pangkalan tersebut.

Film tersebut dibuat oleh wartawan Rusia Arkady Mamontov, yang pada 2006 memancing percekcokan antara London dan Moskow dengan film dokumenter yang memperlihatkan gambar mengenai apa yang dikatakan Mamontov sebagai mata-mata Inggris yang menggunakan batu palsu guna mengumpulkan informasi rahasia secara elektronik.

--------------------------

China Membantah Dalangi Mata-mata "Cyber"
Rabu, 1 April 2009 | 07:26 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — China secara tegas membantah melakukan mata-mata cyber seperti dituduhkan sejumlah pihak dan menyebut tuduhan itu kebohongan.

"China melakukan mata-mata komputer di dunia adalah bohong dan tuduhan itu merupakan upaya menodai China sebagai kekuatan raksasa di Asia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang dalam keterangan pers rutin, Selasa (31/3).

Dikatakannya, sejumlah pihak di luar China melakukan kebohongan dengan menyebutkan China melakukan mata-mata cyber. Pihak tersebut, katanya, berupaya menodai China dengan sejumlah kebohongan tak berdasar.

China, katanya, bahkan selalu menentang berbagai bentuk tindak kejahatan di internet, termasuk di antaranya pembajakan dari komputer ke komputer lain. "Sikap perang dingin diarahkan ke Beijing ketika dinyatakan bahwa kemajuan China sebagai kekuatan dunia merupakan ancaman antarbangsa," kata Qin Gang tegas.

Ia menyatakan, kebohongan itu bukan yang pertama diarahkan ke China, yang selama ini dituduh sebagai sumber serangan komputer.

Sejumlah peneliti di Kanada membongkar jaringan mata-mata elektronik cyber yang menyusup ke komputer serta mencuri dokumen dari kantor pemerintah dan swasta di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia.

Dalam laporan kepada surat kabar, kelompok dari Munk Center for International Studies di Toronto menyatakan, sedikitnya 1.295 komputer di 103 negara diretas dalam waktu kurang dari dua tahun oleh sistem mata-mata yang disebut GhostNet.

Kedutaan besar, kementerian luar negeri, kantor pemerintah, dan pusat pengasingan pemimpin Tibet, Dalai Lama, di India, Brussels, London, dan New York termasuk di antara yang diterobos. Demikian dikatakan peneliti tersebut.

Peneliti tersebut menyimpulkan bahwa komputer yang secara eksklusif berpusat di China bertanggung jawab atas penerobosan itu meskipun mereka tak mengatakan Pemerintah China terlibat dalam jaringan tersebut.

Sistem tersebut dipusatkan pada pemerintah di negara Asia Selatan dan Asia Tenggara serta di kantor Dalai Lama, kata peneliti itu, yang menambahkan bahwa semua komputer di Kedutaan Besar India di Washington juga disusupi dan satu komputer NATO dipantau.

----------------------------------

Jet Tempur Tercanggih AS Dibobol Hacker
Rabu, 22 April 2009 | 08:34 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Ribuan data rahasia pesawat tempur paling canggih milik AS, F-35 Joint Strike Fighter, telah dibobol hacker selama dua tahun terakhir.

Pembobol berhasil mengacak-acak sistem elektronik pesawat itu melalui komputer-komputer kontraktor Pentagon yang bertugas merancang dan mengembangkan pesawat tersebut. Demikian diungkapkan sejumlah pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya kasus ini.

Seperti dilaporkan CNN, Rabu (22/4), para hacker juga bisa memasuki sistem kontrol lalu lintas Angkatan Udara AS. Mereka bahkan bisa mendapatkan informasi tentang lokasi penerbangan pesawat militer AS.

Pesawat F-35 Joint Strike Fighter adalah pengembangan F-35 Lightning II. Pesawat baru ini dirancang menjadi pesawat tempur yang bisa digunakan bagi Angkatan Laut, Angkatan Darat, maupun Angkatan Udara. Proyek pembuatan pesawat itu bernilai 300 miliar dollar AS.

Sebagian besar data yang dibobol seputar rancang bangun dan statistik kemampuan pesawat, termasuk sistem elektroniknya. Dengan data itu, pembobol bisa dengan mudah menggunakannya untuk membuat pesawat tandingan.

Sementara itu, The Wall Street Journal menyatakan, hacker mampu menyalin beberapa terabyte data mengenai pesawat termahal itu. Satu terabyte adalah 1.000 gigabyte. "Tak pernah terjadi yang seperti ini," kata seorang mantan pejabat.

Belum jelas seberapa parah penerobosan tersebut atau siapa sesungguhnya para peretas itu, tapi data paling peka mengenai proyek pesawat tempur dilaporkan disimpan di komputer yang aman dan tak tersambung ke internet.

Wall Street mengutip beberapa mantan pejabat AS yang tak disebutkan jati diri mereka dan mengatakan serangan itu "tampaknya berasal di China". Satu laporan belum lama ini dari Pentagon menyatakan, militer China telah membuat "kemajuan pasti" dalam pengembangan teknik bagi peningkatan perang online sebagai bagian dari upaya mengimbangi militer yang kurang berkembang.

Awal April, China membantah laporan The Wall Street Journal bahwa para peretas China dan Rusia telah berusaha mengirim virus ke dalam instalasi listrik AS.

30 Juli 2009

Cuap tentang Bentrokan Uighur

Masih saja panas disana, tampaknya memang pemerintah meinlen masih terus mencari biang keributan itu, sampai dikeluarkan daftar tertuduh perusuh yang beredar luas. Sementara itu dari pihak uighur sendiri mengeluarkan pernyataan bahwa ada sejumlah besar orang suku uighur hilang (mencapai 10.000 dalam waktu singkat) namun ditolak oleh pemerintah. Tentu saja, sikap pemerintah sudah jelas, menjaga keteraturan dengan melenyapkan potensi kekacauan (dalam beberapa kasus bahkan ekstrim, gak boleh ngumpul kalau sampai 10 orang, dianggap berorganisasi dan berencana melawan pemerintah! contohnya kasus fa lun gong) yang bisa jadi memang didalangi oleh para perusuh dari uighur atau bahkan penyusup dari aliran keras.

Mengingat adanya pihak2 yang beraliran keras memakai pendekatan persamaan pandangan religi dan meruncingkan kondisi sosial masyarakat, bisa saja bila ternyata sebenarnya para provokator itu penyusup yang berasal dari luar cina untuk mengikis keamanan cina. Namun bisa juga cina telah melakukan penculikan tokoh2 uighur untuk mencari target yang mereka tetapkan, kedua bisa terjadi salah satunya, atau bahkan keduanya sekalipun mungkin saja. Yang penting sih, jangan sampai korbannya melulu rakyat tak berdosa yang terjepit di tengah pihak yang bertikai. Kalau memang perusuh itu ternyata provokator penyusup dari luar, semoga nasionalisme bangkit, kalau memang pemerintah memakai cara-cara tidak terpuji dan bertanggung jawab atas hilangnya para orang uighur, semoga kepedulian terhadap saudara sesama warga negara juga mampu bangkit membela yang lemah.

--------------------

China Bantah 10.000 Orang Uighur Hilang
Kamis, 30 Juli 2009 | 22:55 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah provinsi Xinjiang, China, menolak pernyataan seorang pemimpin Uighur di pengasingan yang mengatakan bahwa hampir 10.000 orang hilang setelah kerusuhan etnik bulan ini di wilayah tersebut.

Juru bicara pemerintah Xinjiang, Hou Hanmin, mengatakan klaim yang disampaikan Rebiya Kadeer, pemimpin Uighur di pengasingan itu, "bahkan tidak pantas ditanggapi", dan sebagai "tuduhan tidak berdasar" sebagaimana laporan surat kabar berbahasa Inggris, Global Times.

Rebiya, mantan wanita pengusaha yang kini tinggal di Amerika Serikat, Rabu, mengatakan bahwa hampir 10.000 orang "hilang dalam satu malam" setelah terjadi bentrokan di Urumqi, ibukota Xinjiang, di China timur laut. "Masyarakat Uighur yang berada di sana harus dibunuh atau dihilangkan," katanya di Tokyo, Jepang.

Wanita juru bicara Xinjiang mengatakan, "Ada lebih dari 10.000 orang yang hilang, berapa banyak mereka yang ikut ambil bagian dalam kerusuhan?"

Pemerintah China mengatakan, Rebiya berada di balik kerusuhan 5 Juli, yang menewaskan 197 orang, dan sebagian besar dari mereka adalah suku Han, China, yang dibunuh oleh gerombolan Uighur yang marah.

China mengatakan, polisi melepas tembakan untuk mencegah meluasnya pertumpahan darah dan bahwa lebih dari 1.400 orang telah ditahan karena mereka terlibat dalam aksi kerusuhan itu.

Rebiya Kadeer, ketua Kongres Uighur Dunia—yang bermarkas di AS, membantah bahwa ia terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut.

--------------------

Terkait Kerusuhan, China Keluarkan Daftar 15 Buronan
Kamis, 30 Juli 2009 | 14:34 WIB

BEIJING, KOMPAS.com-China mengeluarkan daftar 15 orang yang paling dicari di negeri itu yang diduga berperan besar dalam kerusuhan etnis di Xinjiang yang meledak awal bulan ini.

Kerusuhan, yang terjadi di wilayah barat Xinjiang antara warga minoritas suku Uighur dengan warga mayoritas suku Han, dilukiskan sebagai kerusuhan etnis terburuk di China dalam 10 tahun terakhir.

Pemerintah China mengatakan, 197 orang tewas dan lebih dari 1.700 orang lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut. Aparat pemerintah menyebutkan, lebih dari 1.600 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu telah ditahan.

Kantor berita resmi Xinhua melaporkan, Biro Keamanan Publik Urumqi, Kamis (30/7), mengumumkan daftar nama dan foto dari 15 orang paling yang dicari. Semua buronan, kecuali satu, yang tercantum dalam daftar itu adalah nama-nama orang Uighur. Yang satu lagi nama orang dari suku Han.

Pengumuman itu mendesak para tersangka untuk menyerahkan diri. "Orang yang menyerahkan diri dalam waktu 10 hari akan akan mendapat toleransi. Orang yang tidak menyerahkan diri akan dituntut sesuai dengan aturan perundang-undagan yang berlaku," demikian antara lain isi pengumuman tersebut.

Kerusuhan itu meletus sejak 5 Juli di Urumqi, ibu kota wilayah Muslim Xinjiang, ketika polisi menghentikan sebuah protes penduduk berbahasa Turkic-Uighur. Oran-orang Uighur memecahkan jendela, membakar mobil, dan menyerang orang-orang dari suku Han, kelompok etnis terbesar di China. Dua hari kemudian, orang-orang Han turun ke jalan-jalan dan menyerang orang-orang Uighur.

Pemerintah China berulang kali menyatakan bahwa kerusuhan tersebut
didalangi kaum separatis yang bekerja di dalam dan di luar negeri. Namun Pemerintah China hanya punya sedikit bukti untuk mendukung tuduhan itu.

23 Juli 2009

Cuap tentang Hilangnya Prototype

Lagi2 kasus pencurian prototype di RRC.. Apakah para perusahaan China se-desperate itu untuk menyaingi pabrik utama, sehingga harus sampai melakukan tindakan kriminil seperti ini?

Sebelumnya pernah ada juga kasus pencurian prototype figure anime dari sebuah perusahaan terkemuka di Jepang, Goodsmile Company.. Barang terlihat di RRC pada bulan Juni, sementara Official Date nya Agustus.. Tanya bagaimana? Perlu diketahui juga, Foxconn pernah ditegur Apple karena labour abuse dan melanggar kode etik produksi.

by : GreyLife

-------------------------

Prototipe iPhone Hilang, Pekerja Itu pun Bunuh Diri
Rabu, 22 Juli 2009 | 09:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kabar menyedihkan datang dari Cina hanya beberapa jam sebelum Apple menyajikan laporan pendapatan kuartal tiganya. Seorang pekerja bernama Sun Danyong di fasilitas manufaktur Foxconn telah bunuh diri. Lalu apa hubungannya dengan Apple?

Pria berusia 25 tahun itu bertanggung jawab atas pengiriman prototipe Apple iPhone di lokasi manufaktur utama Apple iPod dan iPhone tersebut. Namun Sun Danyong kehilangan satu prototipe iPhone generasi keempat itu. Dia hanya menemukan 15 unit dari total 16 unit yang harus dikirimkan. Diperkirakan tak tahan dengan tekanan-tekanan kepada dirinya maupun keluarga akibat kehilangan tersebut, Sun Danyong kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Bagaimana tanggapan Apple? Biasanya Apple menolak berkomentar tentang gosip atau produk yang akan dirilisnya. Akan tetapi melalui CNET, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan kematian pekerja muda tersebut. Jubir Apple juga mengatakan mereka masih menunggu hasil investigasi kematian Sun Danyong. Ia juga mengatakan bahwa Apple mengharuskan para pemasoknya untuk memperlakukan semua pekerjanya secara terhormat dan berharga diri.

-------------------------------

Apple: Foxconn violated code of conduct


Apple on Thursday said it has found evidence that one of its iPod suppliers has violated its own Supplier Code of Conduct. Earlier this summer, the company began an investigation following reports of labor abuse by its iPod manufacturing partner Foxconn. Recent reports also indicated that Apple look to Foxconn for additional laptop production. Apple said its audit team--comprised of members from is human resources, legal, and operations groups--found that Foxconn was in compliance in the majority of the areas audited, but found violations to the company's Supplier Code of Conduct, including overcrowding in some housing provided to workers, a complex and overly incentivized pay structure, an outdated payroll system, over-worked employees, and some instances of harsh treatment. In addition, Apple found other areas for improvement, which it said it as working to address. While Apple said it has been encourage by steps already taken by Foxconn, it will continue to monitor the conditions as well as conduct an audit of all its iPod and Mac manufacturing partners by the end of the year.

Apple's investigation found evidence of overcrowding in some of Foxconn's off-site leased dorms where workers were found to be "triple bunked" in one location and "too impersonal" in two other off-site locations; the company's on-site dormitories, which were optional, did not have the problems. Apple said that the iPod manufacturer has acquired additional land and is currently building new dormitories, noting that the plans were in place prior to Apple's audit. The newly procured housing space increase the total living space by 46 percent during the next four months.

"Our audit of on-site dormitories found no violations of our Code of Conduct. We were not satisfied, however, with the living conditions of three of the off-site leased dorms that we visited," Apple wrote in its open letter posted to its website.

"These buildings were converted by the supplier during a period of rapid growth and have served as interim housing. Two of the dormitories, originally built as factories, now contain a large number of beds and lockers in an open space, and from our perspective, felt too impersonal. The third contained triple-bunks, which in our opinion didn’t provide reasonable personal space."

Apple, however, found some evidence of harsh treatment of workers. Two employees reported that they had been disciplined by being made to stand at attention. While the issue was being addressed and appeared to not be widespread, Apple said it was quickly working to better educate plant management about its Code of Conduct.

"While we did not find this practice to be widespread, Apple has a zero tolerance policy for any instance, isolated or not, of any treatment of workers that could be interpreted as harsh," Apple said. The supplier, it claims, has launched an aggressive manager and employee training program to ensure such behavior does not occur in the future.

Payroll to be improved

Apple also found that the workers were subject to an overly complex payroll system, but said that all workers earn at least the local minimum wage and were given a comprehensive medical plan. In fact, the sample audit of payroll records showed that more than half were earning above minimum wage, according to Apple. However, the manual payroll system provided for little dispute resolution and the complex incentives for workers effectively violated its own supplier code, Apple said.

"We did find, however, that the pay structure was unnecessarily complex. An employee’s wage was comprised of several elements (base pay, skill bonus, attendance bonus, housing allowance, meal allowance, overtime), making it difficult to understand and communicate to employees," Apple wrote. "This structure effectively failed to meet our Code of Conduct requirement that how workers are paid must be clearly conveyed. The supplier has since implemented a simplified pay structure that meets the Code of Conduct."

Apple said Foxconn was working to have a better solution in place by October 1 of 2006 that would link its payroll system and electronic badge system to automate the recording of hours worked and pay calculations.

Overtime violations

The investigation also found evidence of over-worked employees. Despite claims that plant workers could decline overtime requests without penalty, it found that over 35 percent of the iPod plant employees worked more than the 60-hour per week limit mandated by Apple's supplier code and employees worked more than six consecutive days 25 percent of the time. Apple's Code of Conduct requires that employees work no more than 6 days per week.

New policies were put into place to more effectively communicate the required policies to supervisors and managers at the iPod plan and a new management system has been implemented to track compliance with the Code of Conduct, according to Apple.

The letter also noted some employee dissatisfaction with the lack of overtime during non-peak periods and the transportation schedule for employees living in off-campus dorms.

Apple to complete more audits

Despite the violations, Foxconn appeared to be in compliance with a vast majority of Apple's Code of Conduct, according to the letter; however, Apple was looking for longer-term preventative solutions to help its partners improve the existing work conditions.

The company also said that it has engaged the services of Verité, a leader in workplace standards, to help it complete audits of other aspects of the work conditions, including health and safety. Apple will also complete audits of all final assembly suppliers of Mac and iPod products in 2006.

"We recognize that monitoring compliance is an ongoing process requiring continual progress reviews. When violations are discovered in any supplier, we will require corrective action plans, with a focus on prevention and systemic solutions," Apple's statement read.

"We will also ensure that action plans are implemented and in cases where a supplier’s efforts in this area do not meet our expectations, their contracts will be terminated.

Apple also noted that it has now joined the Electronic Industry Code of Conduct (EICC) Implementation Group, which has established industry-wide standards and offers resources for evaluating suppliers. Apple said it would help make contributions to the EICC, which was a key benchmark when Apple created its own Code of Conduct.

--------------------------------------------------------------------------


Goodsmile Lily Saber leaked in China
Tue 2009/06/23 20:59

Seem like Lily Saber is sighted selling in China market already.
According to Goodsmile company, the official release is in august
.










Dan final product nya: