Amazon Ad Tag

12 Juli 2008

Cuap tentang produk cina (2)

Lagi-lagi produk cina. aiyaa ... lu olang kudu ati-ati laa. plastik ngga sehat buat kita laa ...

----------------

Orangtua, Waspadai Mainan Anak Anda!
Senin, 7 Juli 2008 | 17:47 WIB

SEMARANG, SENIN - Maraknya mainan anak-anak buatan China dengan aneka warna yang menarik dan harganya relatif murah dijual di Indonesia perlu diwaspadai oleh masyarakat. Mainan tersebut banyak mengandung unsur timbal yang dapat mengganggu kesehatan anak-anak."Pada dasarnya unsur timbal banyak digunakan sebagai bahan pembuatan cat/pewarna pada mainan anak, seperti mobil-mobilan dan robot," kata Dra. Wahyuningsih, M.Si, pengajar Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Senin.Ia mengatakan, timbal termasuk salah satu bahan logam yang berbahaya bagi kesehatan selain logam Merkuri. Unsur timbal yang terkandung pada mainan anak-anak buatan Cina sangat tinggi dan melewati ambang batas yang diizinkan untuk kesehatan manusia.Itu sebab utama kenapa mainan anak-anak berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak. Sedangkan pada sandal produk China tidak begitu berbahaya, karena yang memakai orang dewasa, katanya.

"Kandungan timbal yang tinggi dapat menyebabkan keracunan kronik pada otak dan mengganggu sistem syaraf tubuh. Khususnya pada anak-anak, yang suka mengulum dan mencium mainan, unsur timbal ini dapat menyebabkan penyakit pernafasan dan pencernaan akut. Unsur timbal juga berisiko tinggi merusak kerja sistem metabolisme tubuh (ginjal, hati dll)," katanya.

Belum kuatnya peraturan baku standar kandungan logam pada mainan anak dan lemahnya pemerintah (Bea Cukai) membatasi impor barang tersebut membuat masalah ini semakin memprihatinkan. Padahal dibutuhkan keseriusan dari pemerintah guna meminimalisir peredaran mainan impor yang mengandung racun timbal.

Masuknya mainan, sandal, dan sepatu buatan China ke negeri Indonesia banyak diburu masyarakat karena harganya yang murah.

Menurut Budi, penjual sandal dan sepatu plastik buatan China di pasar Johar, lebih dari sepuluh pasang sandal setiap hari dengan harga Rp15.000,00 sampai Rp25.000,00 per pasang bisa dijualnya.

"Dulu ketika booming lebih laris lagi mas. Bisa sampai tiga puluh pasang tiap hari. Sandal sepatu ini banyak digemari oleh cewek-cewek ABG (anak baru gede) mas," jelasnya.

Penjujal mainan yang lain bernama Roni di Pasar Johar juga mengaku untung berjualan mainan buatan China. "Harganya mulai Rp5.000,00 untuk satu unit mobil mainan plastik hingga lebih dari Rp50.000,00 untuk mobil mainan dengan remote control," katanya.

Menurut Mono, seorang importir di Semarang, negara Indonesia tidak bisa menghentikan impor mainan yang mengandung racun timbal dari China. Jika hal itu dilakukan, maka Pemerintah China akan membalas dengan menghentikan ekspor produk makanan dan hasil laut dari Indonesia. Imbasnya, para nelayan di seputar Laut Jawa bisa gulung tikar, katanya.

Sumber : Antara

06 Juli 2008

Cuap tentang Beijing 2006 - 2008

Curhat seorang perantau di cina :

Ouh! Bulu Ketiak di Subway Beijing

Cindy Kusuma - Beijing

Musim panas 2006, saya sampai ke kota Beijing . Saya merasa ibukota selalu begitu-gitu saja. Sesak dengan manusia dan asap kendaraan. Saat itu saya datang dengan harapan yang jauh lebih tinggi dari itu. Maklum, saya sering sekali dengar kalau China adalah negara yang kemajuannya sangat pesat. Tapi ketika saya betul-betul terjun ke masyarakat Beijing, masih banyak yang membuat saya terbelalak dan menganga kaget.

Orang merokok di hampir semua tempat. Makan siang minumnya bir. Laki-laki bertelanjang dada berkeliling-keliling di halaman kampus dengan perutnya yang buncit. Orang meludah sembarangan. Dan yang paling sering jadi bahan pembicaraan teman-teman saya, cewek-ceweknya tidak mencukur bulu ketiak alias ketek! WOW! Padahal tak sedikit dari mereka yang memakai tank top atau kemben yang paling fashionable, dengan potongan rambut yang terkeren dan asesoris paling menarik. Dan yang TER-parah adalah apabila mereka kebetulan berada di depanmu ketika di dalam bus atau subway dan dengan pedenya mengangkat tangan tinggi-tinggi untuk berpegangan. TIDAK! Rasanya kami malu dan canggung sekali, padahal mereka cuek-cuek saja.

Dua tahun sudah saya di sini, tahun 2008, yang juga merupakan tahun olimpiade, banyak sekali perubahan yang mencengangkan. Pemerintah China yang tegas melarang merokok di tempat-tempat umum, mengkampanyekan hidup yang lebih tertib, bersih, dan sehat. Masyarakat yang penuh kesadaran juga berubah ke arah yang lebih baik. Tidak meludah sembarangan, pelayan restoran lebih sopan dalam melayani pelanggan, memakai atasan kalo berjalan-jalan, dan sebagainya demi menyambut pesta olahraga akbar ini.

Tetapi yang masih belum berubah adalah soal bulu ketek. Saya dan teman-teman saya selalu merasa penasaran. Kalau ada yang memakai baju you can see atau lengan super pendek, kami selalu berusaha ‘mengintip’ ke bawah lengannya. Kalau bersih, kami mengelus dada dan tertawa-tawa, “ooo, bersih”. Tetapi kalau ada hutannya, kamipun langsung terpekik dan merasa canggung sendiri. Hahaha... Siapa suruh kamu mau tau aja urusan orang?

Konon menurut teman asli Tiongkok, gadis-gadis yang mencukur bulu ketiaknya dianggap sebagai gadis-gadis ‘nggak bener’. Sebuah alasan yang aneh bukan? Mungkin mulai banyak dari mereka yang merasa tidak setuju juga, oleh sebab itu mereka juga mulai mencukur hutan rimba itu.

Sayapun tertawa di dalam hati. Siapakah aku ini di antara 1,3 milyar penduduk China sampai aku mengharapkan mereka untuk mencukur bulu ketiak? Seharusnya saya juga sudah bersyukur mereka mau berhenti meludah dan bicara keras-keras di ponsel, terutama kebijakan pemerintah yang sungguh terasa padahal hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Yang terpenting adalah belajar beradaptasi terhadap kebiasaan yang bagi kita aneh, tapi sangat normal bagi mereka. Toh, tidak mencukur bulu ketiak tidak merugikan siapa-siapa.

------------------------

Ya memang bagus usaha pemulihan image demi demi menjelang olimpiade, tinggal tunggu hasil setelah itu saja. apakah setelah olimpiade masih dipertahankan, atau kembali lagi. atau apakah perbaikan pola hidupnya hanya diberlakukan di kota besar demi olimpiade, atau memang sadar perlu merata. kalo soal ketek mah ngai cinchaylah. asal ga ada bulu yang melayang jatuh ke makanan ngai ajah.

03 Juli 2008

Cuap tentang produk cina (1)

cina banyak sekali produksi barang-barang elektronik, keliatan inovatif dan hi-tech. tapi pas ekhe perhatiin, banyak tipuannya. misalnya aja, ekhe liat banyak brand yang sengaja mirip dengan brand terkenal, sampe huruf dan logonya juga mirip. ada yang sengaja make nama teknologi atau jargon yang menggambarkan teknologi maju, biar seolah dialah yang menjadi pioneer. contohnya, mpeg4, jazz, hitech, de el el. mana seringkali beneran nipu, tulisnya kamera 2 mega pixel, tapi hasilnya lebih jelek daripada 1.5 mega pixel. ada juga hp yang bentuk dan isinya sama, cuma beda warna dan brand aja. ketauan yang jual cuma beli dari pabrik dan dikasi brand trus dijual, desainnya ngambil yang gratisan. belum lagi yang fiturnya sama, bedanya cuma di kode tipenya. beda pabrik doang, jadi bentuk luarnya beda.

berikut ekhe ada nemu artikel dari koran, cocok bener sama yang ekhe faham juga.

----------


Waspadai Fitur Ponsel Cina

Jumat, 27 Juni 2008 | 11:03 WIB

Ponsel-ponsel bermerek baru sebenarnya bisa menjadi alternatif pilihan dari ponsel-ponsel merek mapan. Sebab harganya lebih terjangkau, tetapi fitur-fiturnya menarik, seperti dual-mode atau dual slot (GSM-GSM, GSM-CDMA) dan TV tuner internal.

Apa pun namanya, ponsel merek lokal ataupun merek Cina ini sebenarnya dipasok dari Cina, dan mungkin saja pabrik yang sama. Jadi tak heran jika sebagian besar bentuk, menu dan fiturnya mirip. Agar lebih mudah, ponsel-ponsel buatan negeri Panda ini kita sebut saja sebagai ponsel alternatif.

Harus Lebih Selektif

Saat ini minimal ada 30-an merek ponsel alternatif yang beredar di seluruh Nusantara. Jika satu merek mengeluarkan 10 tipe ponsel, berarti ada sekitar 300-an pilihan ponsel alternatif di pasar. Akibatnya, Anda akan pusing saat memilih ponsel bermoda dual-mode atau ber-TV.

Konsumen tentu saja yang akan memilih ponsel dengan fitur melimpah tetapi berharga murah. Memang begitulah penawaran ponsel alternatif ini: fitur melimpah dan menarik, harga relatif murah.

Sayangnya, memilih ponsel alternatif tidaklah semudah dugaan. Situasinya jauh berbeda dengan ponsel merek ternama; kita tinggal lihat iklan, lalu tunjuk yang disukai. Saat memilih ponsel alternatif yang majoritas buatan Cina, kita harus sedikit berhati-hati. Mengapa?

Demi mempertahankan eksistensi pasar ataupun mendongkrak angka penjualan, ponsel-ponsel alternatif ini adakalanya mengambil jalan ‘alternatif’. Maksudnya, fitur-fitur ponselnya dipromosikan tidak sesuai kenyataan. Contoh, pada casing atau pada brosur tertulis kamera sebesar 2 megapixel (MP), yang sebenarnya hanya mendukung resolusi maksimal 1,3MP.

Perhatikan Ini

Selain itu masih banyak kejanggalan pada ponsel-ponsel alternatif. Berikut hasil penelitian Sinyal:

- Kamera bohongan. Pada badan ponsel terdapat lubang untuk kamera, tetapi ini cuma pemanis saja, karena kameranya tidak ada.

- Resolusi kamera. Pada casing tertera 2MP, padahal aslinya hanya 0,3MP (VGA).

- Tombol akses pada badan samping ponsel hanya hiasan. Contoh, ada tombol untuk kamera tetapi tidak berfungsi. Tombol itu hanyalah asesoris karena bentuk casing-nya yang sudah permanen.

- Model casing mirip ponsel merek terkenal.

- Tidak Dual On. Artinya hanya satu kartu yang aktif, padahal pada brosur ditulis dual-on (kedua kartu aktif).

- Aplikasi Java harus khusus. Ada ponsel alternatif yang telah mendukung teknologi Java tetapi tidak semua aplikasi Java yang beredar dapat di-install.

- Kapasitas batere tidak sesuai brosur.

- Batere tidak bisa di-charge (diisi ulang).

- Service centre digabung dengan toko. Ada kemungkinan merek ponsel seperti ini sifatnya ‘hit and run’ dan tidak mau berinvestasi untuk layanan purna jual. Jika merek ditutup, pemilik toko tidak akan mau menanggung kerugiannya..

- Bahan casing kurang bagus, kadang-kadang ada cacat.

Merek Plesetan dan Almarhum

Tidak semua merek ponsel alternatif dapat bertahan di pasar. Bahkan banyak yang diam-diam sudah menghilang dari pasar. Karena itu berhati-hatilah memilih merek, pertimbangkan juga kelangsungan hidupnya.

Merek yang beredar di tanah air saat ini antara lain: Altrec, Anycool, Beyond, D-One, GStar, Haier, Hi-Tech, Huawei, Imo, iMobile, Kanselir, Kozi, K-Touch, Lotus, Micxon, Mito, My-G, Nexian, Ozon, Startech, Taxco, Techno, Titan, Vitell, VirtuV, dan ZTE. Daftar lengkapnya dapat dilihat di www.postel.go.id .

Sedangkan merek yang sudah mulai menghilang dari pasar adalah Hisense, Inco, Konka, Mobile, dan VK.

Selain merek-merek di atas, ponsel black market (BM – masuk tanpa jalur distributor) dan mereknya merupakan plesetan dari merek-merek terkenal pun ada, yakni Nckia, Nokla, Motolola, Suny Elicsson, dan Vevtu.

Namun ada juga merek yang belum muncul di pasar walaupun terdaftar di Ditjen Postel. Merek-merek yang belum hadir ini seperti Al Tone, Bluedio, Cross, Ivio, Maxtron, M Mobile, nano, Neotel, Vcall, dan Xtelecom.

Sebaliknya, ada ponsel alternatif yang sebenarnya tidak lolos sertifikasi tetapi dijual di pasar. Informasi ponsel-ponsel mana saja yang telah mendapat sertifikasi pemerintah dapat dilihat di http://www.postel.go.id/webupdate/ditstand/sertifikasi/xls/Tahun08.htm.

sumber: Sinyal

30 Juni 2008

Cuap tentang PLTU

SUARA PEMBARUAN DAILY
Audit Kelayakan PLTU

[JAKARTA] Pemerintah didesak untuk mengaudit seluruh pembangkit listrik, terutama bertenaga uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara. Sebab, banyak PLTU yang mengandalkan mesin buatan Tiongkok, seperti PLTU Cilacap, PLTU Berau, dan PLTU Palu, yang kini berhenti beroperasi, karena kerusakan mesin pembangkit.

Pentingnya audit tersebut, juga disebabkan dalam mega- proyek PLTU 10.000 megawatt (MW), pemerintah sangat mengandalkan pembangunannya pada pihak Tiongkok. "Audit ini untuk menguji kelayakan pemesanan mesin PLTU dari Tiongkok. Mengapa PLTU dalam program 10.000 MW harus dari Tiongkok? Padahal sudah terlihat, tiga PLTU buatan Tiongkok mati. Kekurangan batu bara hanya alasan untuk menutupi kondisi yang sesungguhnya," ujar pengamat ketenagalistrikan, Nengah Sudja, di Jakarta, Rabu (25/6).[H-13/DLS/070]

---------------

Produk cina makin meragukan saja kualitasnya, padahal ini kan skala sangat besar. Mana tu jargon yang sering dipakai dalam perang "don't trade quality for quantity" yang sering diartikan agar mengutamakan kualitas? waktu buat pltu pemerintah indo minta garansi ga yah?

16 Juni 2008

Cuap tentang Angka Cina

aiyaa~! apakah you olang faham soal angka-angka cina? kalo yang ekhe tau, ada beberapa pengucapannya yang mirip dengan arti kata tertentu. makanya kita olang suka ada mitos-mitos sendiri yang dipercaya en diajarin turun temurun.

misal :
nomor 2, dianggap angka baik, soalnya ada pepatah "hal baik datang berpasangan". jadi jangan heran kalo you olang liat huruf dabel hepines/bahagia ganda di angpao angpao buat kawinan kita olang.

nomor 4, dianggap angka paling sial sesial-sialnya. karena bacanya sama seperti kata "mati", dan selalu dihindari buat gedong, nomor rumah, jalan, nomor telepon, tanggal lahir, plat mobil de el el. bayangin aja, satu gedong bisa ilang lantai 4, 14, 24, 34, 44 cuma gara-gara ini. diganti dengan nama laennya, biasanya sih 3a. tapi ekhe juga sering liat lantai 1 diganti jadi ug, en abis lantai 3 langsung lantai 5 di gedong-gedong yang bosnya olang cina. ga percaya? pernah liat ga barang cina yang kodenya ada 4 nya? nokia aja ga ada seri 4 kan? anehnya buat kawin, beda 4 taon dianggap bagus karena kayak kaki meja.

nomor 6, dianggap baik karena mirip dengan kata "lancar/mulus". tapi buat kawin, beda 6 taon itu disumpah-sumpahin lho. katanya sih ciong banget!

nomor 7, dianggap tragis, sedih dan misterius, supranatural, dan takdir, juga kebersamaan. kurang jelas dianggap baik apa buruk.

nomor 8, nah ini yang paling didoyanin ama olang cina. soalny katanya mirip dengan arti kata "makmur/kekayaan", dan secara olang cina itu sejarahnya paling doyan harta (matre) makanya ni angka disembah-sembah banget deh! banyak yang rela bayar mahal buat dapet angka ini buat telepon, nomor rumah, plat, tanggal lahir, lantai kondominium. ampe olimpiade aja disoja-soja buat mulainya tanggal 8 bulan 8 taon 2008 jam 8 menit 8 detik 8. pokoknya 8 itu paling hoki dah! bah.

nomor 9, dianggap tahan lama, baik juga. buat yang doyan agama juga dianggap baik, karena angka paling besar sebelum ulang lagi.

nomor 13, dianggap jelek buat cina yang lebih moderen karena pengaruh barat yang takut angka 13. alasan yang dipake juga karena kalo ditambahin angkanya jadi 4. halah.

kombinasi angka yang dipercaya :
1314 dianggap bagus karena cara bacanya mirip "selamanya". padahal ada 13 dan 4 lho, hayo.
168 dianggap jalan lancar menuju kaya.
518 dianggap keyakinan menjadi kaya, karena cara bacanya mirip "aku akan kaya".

sampe ada istilahnya segala buat yang takut sama angka 4 lho, tetraphobia namanya, takut angka 4. dan bukan cina doang, jepang dan korea juga takut angka 4 tuh. walaupun sethu ekhe jepang ga gitu-gitu amat.

nah, sekalang, ayo kita berhitung dengan angka cina! berhitung, mulai!
1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25 ... 38, 39, 50, 51, 52, 53, 55 ... 82, 83, 85, 86, 87, 88, 88, 88, 88 ...